Hidayatullah.com– Vitaliy Semenets lari menyelamatkan diri ketika pasukan Rusia menyerbu daerah tempat tinggalnya dekat ibu kota Kyiv. Ketika pulang dia mendapati apartemennya berantakan dan sejumlah barang hilang, termasuk Apple AirPods miliknya yang kemudian terlacak telah berada di wilayah Rusia.
“Sekitar 60 persen apartemen di kompleks tempat tinggal kami dijarah dan saya ingat saya meninggalkan AirPods di rumah di suatu tempat, jadi saya ingin memeriksa apakah masih ada di rumah,” kata Semenets kepada Euronews Next, Jumat (22/4/2022).
Setelah menyalakan fitur “Find My”, dia menemukan bahwa barangnya telah melintasi perbatasan ke wilayah Belgorod di Rusia.
Semenets kemudian memutuskan untuk memposting hal tersebut di Instagram.
“Berkat teknologi, saya tahu di mana AirPods saya sekarang. Itu dijarah oleh para Orc Rusia dari rumah saya di Hostomel,” tulisnya.
Sejak perang dimulai pada bulan Februari, orang Ukraina memanggil tentara Rusia dengan sebutan Orc, merujuk karakter monster antropoid dari novel fantasi karya JRR Tolkien berjudul “The Lord of the Rings”.
Dia mengatakan kepada Euronews Next bahwa dirinya memutuskan untuk memposting di Instagram supaya “sekarang semua orang dapat melihat itu, karena orang-orang dari Rusia tidak percaya bahwa tentara mereka membunuh orang, mereka mencuri barang-barang.”
Semenets dan keluarganya meninggalkan Hostomel, sebuah kota di barat laut Kyiv, pada beberapa hari pertama serangan Rusia. Mereka pergi ke kota Mukachevo di bagian barat Ukraina.
Pasukan Rusia mulai menarik diri dari Hostomel pada awal April ketika mereka gagal merebut kota itu setelah enam minggu pertempuran.
Semenets, pemilik sebuah perusahaan logistik, mengatakan bahwa dia memberi tahu intelijen Ukraina tentang keberadaan AirPods miliknya yang dicuri tetapi tidak menerima tanggapan dan tidak yakin apakah mereka menggunakan informasi tersebut untuk melacak posisi pasukan Rusia.
Dia mengatakan perangkat elektronik itu terakhir diaktifkan pada 9 April.
Saat kembali ke apartemen dia mendapati sejumlah barangnya hilang, termasuk sebuah drone, Nintendo Switch portabel, dan bahkan sepasang sepatu.
“Perasaan seperti ini belum pernah saya ketahui sebelumnya, rasanya seperti seseorang telah memasuki jiwa Anda,” katanya setelah mengetahui rumahnya berantakan usai tentara Rusia menyerbu daerah itu.
Dia dan keluarganya kemungkinan akan meninggalkan kota itu, karena sebagian besar infrastruktur telah hancur. “Tidak ada toko, tidak ada SPBU, tidak ada apa-apa,” ujarnya.
Semenets meyakini bahwa tentara Rusia telah mengambil barang-barang kecil seperti elektronik yang dapat mereka bawa.
Awal bulan ini, Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah menjarah rumah-rumah di Ukraina dan menjual barang-barang curiannya di Belarus.
Sementara itu, koran The Times melaporkan tentang rekaman CCTV yang menunjukkan sejumlah tentara mengirim barang curian seperti e-skuter dan laptop ke keluarga mereka di Rusia.
Pencurian oleh tentara di wilayah perang bukan hal yang jarang terjadi. Pasukan Amerika Serikat dan Inggris yang ditugaskan di sejumlah negara seperti Afghanistan, Iraq juga pernah dikabarkan menjarah berbagai barang, termasuk benda-benda kuno bersejarah bernilai sedikitnya ribuan dolar dan dijual di pasar gelap.*