Hidayatullah.com–Meski hingga kini pihak aparat masih tengah menyelidiki siapa pelaku di balik serangan bom di pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah, yang menewaskan sedikitnya 22 orang, namun sejumlah media massa asing sudah buru-buru menuduh kelompok Islam berada dibalik semua itu. Menariknya lagi, menyebutkan kelompok-kelompok Islam itu justru datang dari aparat keamanan yang hari ini bekerja untuk mencari pelakunya.
Sejumlah kantor berita asing, dua hari ini, nampaknya paling bergembira untuk menyebut kelompok-kelompok Islam beradai dibalik pengeboman. Koran Amerika Serikat (AS), USATODAY, (29/5) kemarin, mengutip AFP mengatakan, analis mengatakann Al-Qaidah dan Jama’ah Islamiyah, sebagai kelompok yang mungkin terlibat. Koran ini juga mengatakan, kelompok inilah yang paling bertanggungjawab terhadap kekerasan sektarian di Sulawesi.
Bersumber pada ucapan polisi Indonesia di Jakarta, media Australia, ABC News online, bahkan menulis judul "Indonesia suspects JI over deadly blasts" (Indonesia Menduga JI Dibalik Bom Mematikan).
Kantor berita Reuters bahkan membuat judul "Indonesia bombing has Qaeda ‘similarities’" untuk memberikan kesan seolah-olah pelaku memiliki kesamaan dengan kelompok Al-Qaidah, kelompok yang selama ini paling mudah bagi Amerika untuk dipersalahkan.
"Berdasarkan analisis regu anti-teror, ada persamaan, " tulisnya mengutip seorang pejabat kepolisian RI. Menurut, sang polisi, serangan hari Sabtu itu, kemungkinan adalah Jama’ah Islamiah.
Website News.com juga menulis kelompok pengebom kemungkinan adalah Dr. Azhari, buronon asal Malaysia yang paling dicari aparat keamanan.
Mengutip juru bicara Kepolisian RI, Anang Budiharjo, media ini juga menyebut-nyebut pelakunya adalah kelompok "militan", istilah yang kerap dipakai untuk memojokkan kalangan Islam.
Tak jelas, di mana letak kesamaannya dan apa indikasi kuat yang membuat semua argumen aparat keamaan yakin bahwa pernyataaanya itu benar-benar bisa dipertanggungjawabkan bila pelakunya kelompok itu.
Kepala Unit Antiterorisme Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Ansyaad Mbay. dikutip tempointeraktif.com mengatakan pada harian The Sunday Times, Singapura, "Kami yakin bahwa aksi ini adalah kerjaan Azahari dan jaringan Jamaah Islamiahnya."
Masih di harian yang sama, Mbay menyatakan, "Kami tahu bahwa Jamaah Islamiyah telah merekrut beberapa kelompok muslim garis keras dari wilayah Indonesia lainnya untuk melakukan pengeboman dalam beberapa bulan mendatang."
Sementara itu, Sekretaris Panitia Khusus Poso DPR Agus Purnomo meminta pemerintah tidak menuduh kelompok agama tertentu dan mengaitkan kasus teror di Tentena dengan agama tertentu. "Kami juga meminta seluruh masyarakat di Poso untuk tidak terprovokasi dengan tindakan biadab ini," kata Agus di Jakarta, Minggu (29/5).
Namun yang jelas, pemberian label dan penyebutan nama kelompok tertentu sebelum jelas penyidikan resmi justru dikhawatirkan akan kembali menyulut konflik berkepanjangan. (cha, berbagai sumber)