Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Belati Amerika versus Jaring Besi Taliban

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juli 2009 17:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com —Yakin operasi militer besar-besaran AS yang dinamai American Dagger tidak bergigi, Taliban menyiapkan operasi balasannya yang dinamai Iron Net.

“Kami telah merancang strategi untuk melawan serangan ofensif marinir AS terbaru di propinsi Helmand, Uruzgan, dan Kandahar. Dan insya Allah tentara asing itu akan mengakui kekalahannya,” kata Yousaf Ahmedi, komandan senior Taliban kepada IOL melalui telepon satelit dari lokasi yang tidak diketahui di wilayah selatan Afganistan.

“Kami telah memberi nama operasi balasan kami dengan kode Iron Net. Dan itu akan benar-benar menjadi jaring besi untuk marinir AS dan sekutu-sekutunya.”

Sejumlah 4.000 marinir AS dan 650 tentara Afganistan, didukung 50 jet AS, mengambil bagian dalam operasi militer ofensif terbesar di Afganistan sejak tergulingnya Taliban dari kekuasaan di tahun 2001.

Operasi yang diberi nama dengan kode Khanjar, yang artinya belati dalam bahasa Dari dan Pashtu, bertujuan untuk membersihkan wilayah propinsi-propinsi di selatan yang dikuasai Taliban, dan guna memuluskan jalan bagi pemilu presiden yang akan berlangsung di negeri yang senantisa diliputi perang itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Target utama operasi adalah propinsi Uruzgan, kampung halaman Pemimpin Tertinggi Taliban Mullah Umar, dan Helmand, kampung halaman Presiden Hamid Karzai, yang juga merupakan ladang opium terbesar di dunia.

Sebagian wilayah propinsi-propinsi tersebut, utamanya di daerah pedesaan dan pelosok, sebenarnya dikuasai oleh Taliban, yang di sana secara de-facto mempunyai pemerintahan dan sistem peradilan.

Ahmedi mengatakan, mereka tidak akan berhadapan langsung dengan pasukan Amerika. “Kami akan terus menggebuk pasukan yang menyerang, dengan menggunakan ranjau darat, pemboman jarak jauh, dan serangan gerilya, yang selalu berhasil dalam menghadapi musuh yang lebih besar,” katanya.

“Kami bisa mengepung tentara musuh, tapi hal itu tidak akan berhasil karena mereka memiliki pasukan yang menyerang lewat udara. Itu mengapa kami lebih menyukai strategi hit and run.”

Seorang serdadu Inggris tewas dalam sebuah ledakan pada operasi di selatan propinsi Helmand hari Selasa, menjadi prajurit ketujuh yang tewas dalam satu pekan terakhir.

Sementara dua tentara AS terbunuh terkena ledakan di selatan Afganistan hari Senin. Ahmedi mengklaim bahwa Taliban menembak jatuh sebuah helikopter milik NATO di wilayah selatan propinsi Zabul pada hari Senin yang menewaskan beberapa prajurit asing.

Sementara ISFA ngotot mengatakan bahwa helikopter itu jatuh karena masalah teknis dan menewaskan dua orang Kanada dan Inggris.

Komandan Taliban itu mengatakan bahwa operasi mereka tidak terbatas pada wilayah selatan saja. “Kami telah memperluas gerakan ke wilayah timur laut, barat, dan utara Afganistan, guna menghadapi tentara musuh dan mencegah adanya bantuan tentara musuh kepada rekannya di wilayah selatan ini, jika terjadi pertempuran yang berkepanjangan.”

Kekerasan terjadi di penjuru Afganistan sejak marinir AS melancarkan serangan ofensifnya yang terbaru. Delapan polisi tewas dalam pertempuran sengit dengan gerilyawan yang menyerang gedung-gedung pemerintah di wilayah timur propinsi Nuristan Selasa lalu.

Delapan lainnya diculik selama pertempuran yang berlangsung beberapa jam itu. Empat serdadu AS tewas dalam sebuah serangan bom jarak jauh di bagian utara propinsi Kunduz pada Senin, 6 Juli.

Ahmedi mengatakan, Hizbul Islam yang dulu dipimpin Gulbuddin Hekmatyar membantu mereka di propinsi-propinsi sebelah timur laut, yang dianggap sebagai basis kekuatannya.

Para pakar masalah keamanan yakin, jika marinir Amerika akan menghadapi pertempuran yang sulit di wilayah selatan Afganistan.  “Serangan ofensif terakhir ini tidak lebih dari sekedar pertaruhan, terutama di daerah Helmand, wilayah yang menjadi benteng kuat Taliban dan wilayah pertempuran yang paling sulit bagi tentara sekutu,” kata Noor Zaman Achakzai, jurnalis yang berbasis di Kandahar kepada IOL.

 “Itu bukan pekerjaan mudah.” Ia mencatat, Helmand tetap menjadi benteng Taliban meskipun 8.000 tentara Inggris telah dikerahkan sejak invasi tahun 2001.

 “Mampu bertahan dari serangan pasukan Inggris selama 8 tahun terakhir, bagi saya sangat tidak masuk akal jika 4.000 pasukan bisa menyingkirkan Taliban dalam waktu 1 bulan.”

Paling sedikit 176 pasukan Inggris tewas dalam pertempuran melawan Taliban di Helmand dalam tahun-tahun terakhir. Termasuk yang tewas di antaranya adalah Letnan Kolonel Rupert Thornole, Komandan Batalion Pertama Welsh Guards, yang menjadi perwira paling senior dari tentara Inggris yang tewas dalam pertempuran sejak perang Falklands.

Achazai menegaskan, secara historis Helmand tidak pernah ditaklukkan. Ia mencatat, di sana ada kuburan serdadu-serdadu Inggris yang datang untuk menaklukkan Helmand satu abad lalu, tempatnya di Spin Bouldak, sebuah kota perbatasan antara Pakistan dan Afganistan.

 “Waktu berbulan-bulan tidak cukup untuk membersihkan wilayah itu dari pejuang Taliban, karena lokasinya. Tentara-tentara asing itu harus menghancurkan ribuan gua di pegunungan Helmand, yang memerlukan waktu tahunan, bukan bulanan,” katanya.

 “Gua-gua itu adalah perlindungan alami bagi gerilyawan yang bisa tinggal di sana selama bertahun-tahun.” [di/iol/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rabi Amerika Buka Rahasia Kekejaman Yahudi
Tulisan selanjutnya “Koalisi Pelangi”, Penolak Syariah Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?