Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Mengubah Tahanan di Penjara Afghanistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Juli 2009 12:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Harian New York Times melaporkan militer Amerika merekomendasi perubahan mendasar sistem penjara dan hukum di Afghanistan.

Rekomendasi yang tertuang dalam hasil kajian yang dilakukan oleh seorang komandan marinir itu menggarisbawahi kekhawatiran atas rekruitmen ke dalam Taliban di dalam penjara.

Harian ini mengatakan, kajian yang belum diterbitkan itu, juga merekomendasi reformasi di pangkalan udara Bagram yang dikendalikan oleh Amerika.

Bulan lalu BBC mengungkap tuduhan mengenai serangkaian pelecehan di pangkalan itu.

BBC berbicara dengan 27 mantan penghuni penjara di seluruh wilayah Afghanistan dalam waktu dua bulan, dan sebagian besar mengaku dipukuli, tidak diijinkan tidur dan diancam dengan anjing di Bagram.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahanan di Bagram saat ini menolak mempergunakan kemudahan yang disediakan untuk mereka sebagai protes atas hak-hak dasar mereka.

Pemisahan

Pengkajian ini dilakukan oleh komandan marinir AS Mayor Jenderal Douglas M Stone, yang dianggap berhasil mengubah perilaku penahanan Amerika di Iraq.

Artikel New York Times itu menyebut rekomendasi utama kajian tersebut adalah tahanan pejuang harus dipisah dari mereka yang berpandangan lebih moderat – yang biasanya ditahan dengan tuduhan yang tidak berhubungan dengan perjuangan.

Rekomendasi ini menyebut Amerika harus membantu pendanaan dan pembangunan satu penjara khusus untuk kaum ekstrimis (sebutan untuk aktivis Muslim anti Barat) yang dijalankan oleh pihak Afghanistan.

Kajian ini juga merekomendasi bahwa tahanan yang ada harus diberi pelatihan keterampilan dan ajaran tentang Islam moderat, untuk membantu mereka bisa kembali masuk ke dalam masyarakat.

Disebutkan juga keperluan pelatihan agar warga Afghanistan lebih banyak yang menjadi penjaga penjara, jaksa dan hakim.

Presiden Obama mengatakan Amerika sedang menyelidiki tuduhan pembantaian ratusan tahanan yang menyerahkan diri ke satu pemimpin pasukan Afghanistan yang didukung Amerika pada tahun 2001.

Tuduhan ini pertama kali muncul tahun 2002 tetapi tidak pernah ada penyelidikan resmi.

Afghanistan menjadi prioritas baru pemerintah Amerika Serikat akibat kekhawatiran atas kebangkitan kembali Taliban. [bbc/hidayatullah.com]

 

gambar:http://www.telegraph.co.uk

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aneh, Konjen RRC Mengaku Tidak Tahu Ada Pembantaian
Tulisan selanjutnya Otoritas Palestina Menyegel Kantor Aljazeera

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?