Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Umat Kristen Anggap Shalat Jumat di Capitol Hill Ancaman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 September 2009 20:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tak banyak yang tahu, dibalik kesuksesan kaum Muslim menyelenggarakan shalat Jumat 25 September di Cpitol Hill lalu ternyata ada sikap pertentangan dari berbagai kelompok. Acara yang bertujuan mengajak Muslim “berdoa untuk perdamaian dan pengertian antara Amerika dengan komunitas Muslim di sana” itu rupanya mendapat keberatan dari kalangan Kristen.

Menurut sebagian orang Kristen, acara itu merupakan ancaman terhadap nilai-nilai kristiani. Dalam sebuah pernyataan, pendeta Canon Julian Dobbs, pemimpin Convocation of Anglicans in North America’s Church and Islam Project, menyebut acara itu merupakan “bagian dari strategi yang diatur dengan baik untuk mengislamkan masyarakat Amerika dan menganti bibel dengan Al-Quran, salib dengan bulan sabit dan lonceng gereja dengan Adzan.”

Sementara itu ada pernyataan yang lebih lunak, tapi sinis dan sama maknanya dari Lou Engle, seorang penginjil. Ia mengatakan bahwa acara Jumat itu “lebih dari sekedar acara kumpul-kumpul Muslim yang menyenangkan. Acara itu merupakan permohonan doa untuk kekuatan spiritual dan ideologi.” Yang menurutnya, “tidak sama dengan serangkaian nilai yang dimiliki oleh bangsa kita (Amerika).”

Ketika acara digelar ada umat Kristen yang “berdakwah” melalui kaos. Dengan mengenakan kaos bertuliskan “Jesus is the standard”, mereka menunjukkannya maksud mereka kepada Muslim yang berlalu-lalang di sana. Sebagian lainnya ada yang menghina ajaran Islam dengan berteriak dengan pengeras suara. Dan di dekat Sam Rayburn House Office kelompok yang bernama “Stop Islamization of America” mengadakan panel diskusi yang mengkritik acara shalat Jumat itu.

“Mereka bilang itu merupakan acara doa, tapi itu merupakan tindakan politik,” kata Daniel L. Adams, pemimpin kelompok SIOA. Orang punya tempat sendiri untuk beribadah. Namanya masjid, sinagog atau gereja. Tapi jika Anda datang ke US Capitol, kegiatan itu menjadi politis, karena itu merupakan sebuah demonstrasi.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ketika Muslim laki-laki dan perempuan sedang melaksanakan shalat dan mendengarkan ceramah, orang-orang Kristen berteriak-teriak mengatakan, “Tobat!”

Sementara di bagian lain, di seberang jalan tempat acara berlangsung, orang-orang Kristen yang berunjuk rasa berkumpul sambil membawa spanduk, salib dan pesan anti-Islam. Sekelompok orang lain yang dipimpin pendeta Flip Benham dari kota Concord North Carolina, berdiri di samping salib kayu setinggi 10 kaki dan dua papan kayu yang bertuliskan “10 Perintah Tuhan.”

“Saya menyarankan Anda untuk memeluk agama Kristen!” teriak Benham melalui pengeras suara. “Islam memaksakan dogmanya ke dalam tenggorokanmu,” tambahnya.

Dengan berteriak seperti itu, kelihatan sekali pendeta Benham tidak pandai memahami arti kata-kata yang diucapkannya sendiri.

Di sisi lain pada saat yang sama, sebagian umat Kristen berkumpul di belakang barisan umat Islam. Mereka membawa bibel dan mengucapkan doa-doa.

Orang-orang Amerika yang mengaku sebagai bangsa terpelajar itu ternyata tidak mempelajari sejarah bangsa mereka sendiri. Capitol Hill dalam sejarah Amerika memang biasa menjadi tempat yang digunakan orang dari berbagai kalangan dan dengan tujuan yang beragam. Martin Luther King Jr. seorang tokoh Kristen pernah berkumpul di sana bersama dengan pendukungnya. Demikian pula kelompok yang lain. Baca Shalat Jumat 25/9 Menjadi Bagian “Tradisi Capitol Hill”

Amat disayangkan, mereka yang melakukan protes adalah umat dari sebuah agama yang seringkali mengajarkan toleransi dan kasih sayang terhadap orang lain. Dan  mereka sepertinya lupa, bahwa Amerika Serikat bukanlah sebuah negara Kristen, melainkan negara federasi yang terbentuk berdasarkan kesepakatan dari beberapa koloni bekas jajahan bangsa Eropa. Baca Mengintip Jejak Langkah Freemason Amerika [2].  [di/berbagai sumber/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aroma Kematian di Chek Point
Tulisan selanjutnya Visa Haji Hanya Berlaku di Mekah, Madinah dan Jeddah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?