Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Liga Muslim Dunia Selenggarakan Dialog Antar-agama ke-4

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Oktober 2009 02:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Konferensi Internasional terbaru, berupa dialog antar-agama, telah berlangsung di Jenewa Swiss selama dua hari, 30/9-1/10.  Konferensi yang bertujuan untuk mengusung pemahaman yang lebih baik di antara agama dan kebudayaan yang berbeda itu adalah pertemuan yang keempat dari rangkaian dialog yang digagas oleh Raja Abdullah.

Pemimpin agama dan akademisi dari hampir 40 negara ikut ambil bagian. Di antaranya adalah Presiden Komisi HAM Arab Saudi Bandar Al-Eiban, Presiden Christians and Muslims for Peace dari AS, William Baker, Wakil Ketua Buddhist Association of China, biksu Xue Cheng, Deputi Menteri Pendidikan Saudi, Faisal bin Muammar, seorang sarjana terkenal masalah Hinduisme, Sri Ravi Shankar, dan Sekjen World Forum for Proximity of Islamic Schools of Thought dari Iran, Mohammad Ali Al-Taskhiri.

Para pembicara dan delegasi yang menghadiri konferensi di Hotel Inter-Continental Jenewa mengungkapkan harapan mereka agar forum internasional itu mengembangkan budaya dialog di antara para penganut agama yang berbeda. Mereka yakin bahwa dialog haruslah menjadi fokus utama dan bukan menonjolkan perbedaan, agar tujuan yang dimaksud bisa tercapai.

Sekjen Liga Muslim Dunia yang berpusat di Makkah, Abdullah Al-Turki sebagai penyelenggara utama konferensi, mengungkapkan harapan bahwa forum dialog itu akan menciptakan pemahaman yang lebih besar di antara penganut agama yang berbeda, memperkuat dasar-dasar perdamaian dan persahabatan antar-bangsa, dan mendorong mereka untuk bekerja sama demi kesejahteraan dan kebaikan seluruh umat manusia.

Al-Eiban, yang menyampaikan pidato dari pihak Kerajaan Saudi pada sesi pembukaan, menekankan pentingnya memusatkan perhatian pada nilai yang sama yang dimiliki oleh semua agama. “Hanya berfokus pada perbedaan setiap agama dan kebudayaan akan menggiring pada fanatisme dan peperangan saja,” katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Presiden Swiss diwakili oleh Muriel Berset, wakil Swiss di markas PBB Jenewa. Wanita itu mengatakan, Swiss akan sepenuhnya mendukung inisiatif Raja Saudi itu. Dia juga menyoroti upaya negaranya untuk mempromosikan perdamaian dunia dengan menjadi tuan rumah dari beberapa pertemuan.

“Kami menyambut kalian semua di Jenewa, kota perdamaian dan dialog,” katanya dalam bahasa Arab.

Navanethem Pillay, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, juga berbicara pada sesi pembukaan. Dia mendesak para pemimpin keagamaan untuk mempertimbangkan kesejahteraan manusia dan perlindungan hak asasi manusia ketika menafsirkan teks-teks agama.

Pendeta Samuel Kobia, Sekjen Dewan Gereja Dunia, yang berbasis di Jenewa, menekankan upaya organisasinya untuk mempromosikan dialog antar-agama. “Kita harus menghormati perbedaan yang ada di dalam kepercayaan dan keyakinan kita,” kata Kobia yang organisasinya  mewakili pengikut Protestan, Ortodoks, dan gereja Anglikan.

Para perwakilan mengatakan, mereka menyimpan harapan tinggi terhadap konferensi itu. Walter Schwimmer, Ketua International Coordination Committee for Dialogue of Civilization, menekankan perlunya mengundang orang-orang yang belum siap untuk dialog. “Dalam konferensi ini dan yang sebelumnya, hanya melihat orang-orang yang mendukung gagasan ini.”

Bagaimana pun ia yakin konferensi itu mampu menyebarkan semangat dialog di kalangan orang-orang yang berbeda agama.

Shantilal Somaiya, yang mengelola beberapa institusi pendidikan di Mumbai, juga bersemangat. Dia menyatakan siap untuk mendukung penyelenggaraan konferensi serupa di India. Somaiya bertemu dengan Al-Turki di sela-sela konferensi.

Rabi Steven Jacobs, pendiri Progressive Faith Foundation yang berbasis di Los Angeles, menekankan efek positif dari konferensi. Dia mengatakan akan memberikan kontribusi dalam penyelesaian isu-isu politik besar, termasuk konflik Arab-Israel.

“Forum ini memberikan kesempatan kepada para pemimpin agama yang berbeda untuk bertemu satu sama lain, bertukar pandangan, dan saling mengenal lebih dekat,” katanya.

 

Dialog antar-agama ini awalnya tidak sedikit yang meragukan kemampuan Arab Saudi untuk menyelenggarakan acara itu, mengingat negara tersebut dikenal sebagai negara Islam yang konservatif. Pertemuan pertama dilakukan di Makkah pada 4 Juni 2008, kedua di Madrid Spanyol 16 Juli 2008, dan pertemuan ketiga diselenggarakan di PBB pada Nopember 2008. [di/an/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Walikota Medan Keluarkan Peraturan Larangan Ternak Babi
Tulisan selanjutnya Video 2 Menit untuk Kebebasan 20 Tahanan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?