Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bart Demyttenaere: Gereja Katolik Harus Terus Mengganggu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Oktober 2009 15:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pendiriannya itu seringkali dipandang terlalu jauh dari kehidupan moderen. Dalam buku berjudul Kursi Petrus, penulis Belgia, Bart Demyttenaere, menengok sekilas situasi di balik layar Vatikan, yang kendati makin meningkatnya sekularisasi, masih tetap saja berkembang.

Vatikan, wilayah otonomi seluas hanya 44 hektar, terletak di jantung kota Roma, ibukota Italia. Di sanalah Sri Paus, Paus Benediktus XVI, berkantor dan di sana pula digariskan kebijakan agama Katolik. Stafnya terdiri dari sekitar 4000 orang.

Penulis Belgia Bart Demyttenaere berhasil mewawancarai beberapa orang staf itu. Ia menanyakan alasan pribadi masing-masing, mengapa bekerja bagi sebuah lembaga yang terkesan begitu jauh dari kehidupan sehari-hari, namun berkuasa menetapkan hal-hal etik dan moral.

Demyttenaere bertemu kardinal, uskup, pengelola situs web, serta penjahit pakaian Sri Paus. Di balik layar lembaga yang berkuasa ini, ternyata di sana bekerja banyak orang dari latar belakang berbeda-beda.

“Banyak sekali keragaman. Dalam buku saya, dimuat banyak orang yang saling menentang satu sama lain soal banyak hal, juga butir-butir penting. Pertama saya terkejut. Tapi pada akhirnya saya merasa itu bagus juga, bahwa  Vatikan juga menerima perbedaan pendapat. Yang pasti, lembaga itu bukanlah blok monolitik,” ujarnya dikutip Radio Netherlands

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tanpa kritik

Tapi Demyttenaere tahu bahwa Vatikan, dalam berkomunikasi ke dunia luar, hanya menyuarakan satu pendapat. Salah seorang staf tinggi Vatikan yang diwawancarai, monseigneur Dumon, mengakui bahwa di Vatikan akhirnya tidak ada peluang untuk kritik. Juga keputusan yang terasa asing tidak selalu dimengerti.

Struktur internal Vatikan, menurut Demyttenaere, dikenal memiliki hirarki ketat dan manipulasi yang tidak memungkinkan kritik, jelas Dumon.

Ketaatan besar staf merupakan salah satu butir penting lain, mengapa pendapat Vatikan selalu menang di atas pendapat perseorangan, kata Demyttenaere. Melihat hal itu, setiap perbandingan dengan perusahaan multinasional moderen tidak berlaku.

“Mereka sibuk dengan agama, dengan sesuatu yang tinggi,” kutipnya.

Rasa bersalah

Soal kepercayaan inilah yang terlihat jelas pada diri bruder Schillings.

“Ia seorang anggota ordo Fransiskan, hidupnya sempat begitu penuh gejolak. Ia sebenarnya tidak melakukan lain daripada selama sepuluh tahun, secara anonim, menerima pengakuan dosa peziarah dari seluruh penjuru dunia, di Roma. Ini sudah dilakukannya selama 10 tahun, saya pikir sangat luar biasa.”

Tapi di jenjang yang lebih tinggi lagi di Vatikan, sulit ditemukan nuansa yang lebih manusiawi. Di sana, kata penulis Bart Demyttenaera, politik dan kekuasaan gereja tampak lebih penting dan pesan keluar terkesan ‘sengaja menjengkelkan’.

“Kardinal Tauran, mantan Menteri Urusan Negeri Paus Johannes Paulus II dan bekas tokoh penting ketiga Vatikan punya pendapat jelas. Ia pernah mengungkapkan bahwa tidaklah baik jika gereja tidak menjengkelkan lagi. Ungkapan menarik. Kami harus mengganggu orang lain. Yesus Kristus pun mengganggu banyak orang. Itulah jawaban resmi.”

Belas kasihan

Bagi Demyttenaere, inti agama Katolik sulit ditemukan di Vatikan.

“Inti agama Katolik adalah belas kasihan, pengertian dan kemurahan hati – itu yang saya tidak temukan, apalagi dalam rapat resmi. Semuanya terdengar begitu kasar. Begitu kaku.”

Tapi seusai menulis bukunya, Bart Demyttenaere sekarang tahu, ini tidak berlaku bagi staf secara perseorangan. [rnwm/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BNI Syariah Siap Berdiri
Tulisan selanjutnya Studi: Manusia Tak Berevolusi dari Kera

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?