Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gereja India Prihatin “Pernikahan” Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Oktober 2009 13:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Gereja Katolik di Negara Bagian Kerala menghimbau orangtua dan guru untuk bersiaga terhadap strategi Islam yang dinilai akan “meng-Islam-kan” perempuan melalui perkawinan. Namun, seorang anggota dari sebuah kelompok Muslim, telah menolak klaim-klaim semacam itu.

Dugaan-dugaan geraja dianggap nyata dalam sebuah kasus di Kejaksaan Tinggi Kerala belakangan ini. Di awal September, dua orang mahasiswi dari sebuah sekolah bisnis Katolik, seorang Hindu dan seorang Kristen, mengatakan mereka merasa menjadi korban permainan para pemuda Muslim, permainan yang kini secara populer disebut “love jihad” di negara bagian itu.

Mereka mengatakan, mereka dirayu para pemuda Muslim dan jatuh cinta dengan mereka. Para perempuan itu menuduh para pemuda itu memaksa mereka masuk Islam.

Para perempuan itu dibawa ke pengadilan setelah orangtua mereka mengadu tentang kehilangan mereka. Perempuan itu kemudian diizinkan meninggalkan orangtua mereka. Dua pria Muslim diduga berasosiasi dengan Campus Front, sebuah persatuan mahasiswa dari Popular Front of India (PFI), sebuah organisasi Islam, yang mengelak bertanggungjawab.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada 30 September, jaksa meminta polisi negara bagian itu dan pemerintah federal untuk menginvestigasi fenomena “love jihad” yang banyak dituduhkan. Jaksa meminta Departemen Dalam Negeri federal untuk menyelidiki sumber dana dan jumlah gadis-gadis yang menikah melalui “love jihad” tiga tahun terakhir.

Menurut media India, jaksa juga menuntut pemerintah negara bagian itu untuk menyediakan informasi tentang pandangannya terhadap praktek itu.

Fenomena ini membuat pihak gereja Katolik di negara bagian itu sedang memantau perkembangan secara intens.

“Sangat penting bahwa Gereja hendaknya menentang gerakan itu,” kata Pastor Johny Kochuparambil, sekretaris Komisi Kerukunan dan Kewaspadaan Masyarakat dari para uskup Kerala. Ia mengatakan, fenomena seperti itu mengganggu kerukunan dan ketenteraman antaragama di negara bagian itu.

Namun, Naseeruddin Elamaram, seorang kuasa hukum dan anggota komite tertinggi PFI, menepis tuduhan terhadap organisasinya itu. “Perpindahan agama bukanlah suatu kejahatan,” katanya dikutip media Katolik,  UCA News. “Perpindahan agama juga terjadi dalam agama Hindu dan Kristen. Seseorang tidak bisa mencap semua urusan asmara sebagai kasus perpindahan agama secara paksa yang menjadi kegiatan ekstrimis,” tambah nya.

Kepada UCA News, pastor Kochuparambil menuduh bahwa “love jihadi” (para pejuang cinta) itu katanya beroperasi di kampus-kampus. Mereka berusaha keras merebut hati para pemudi sebelum meminta nikah, tambahnya. “Ketika gadis itu menerima pernikahan, mereka di-Islam-kan.”

Kaum Muslim berjumlah sekitar 24 persen dari 31,8 juta penduduk Kerala. Umat Hindu, yang 56 persen, adalah kelompok agama terbesar, dan umat Kristen, yang 19 persen, adalah yang ketiga dari total penduduk negara bagian itu.

Sementara menunggu perkembangan penyelidikan di Kejaksaan Tinggi, komisi Gereja itu mengedarkan pedoman ke semua paroki dan lembaga pendidikan yang dikelola Gereja untuk membantu orangtua dan guru melindungi para mahasiswi.

Komisi itu mendesak orangtua dan lembaga-lembaga pendidikan untuk mengawasi kegiatan anak mereka. Komisi itu menginginkan para orangtua untuk mencegah anak-anak mereka menggunakan HP atau menggunakan waktu berjam-jam di warnet.

Menurut Times of India, Jaksa di Kejaksaan Tinggi K.T. Shankaran mengatakan bahwa ada indikasi bahwa sejumlah kelompok “love jihad” terjadi di negara bagian itu.

Aparat Polisi K.S. Gopakumar, yang mengepalai penyelidikan itu, mengatakan “love jihad “adalah sebuah gerakan terorganisasi dengan sebuah jaringan luas untuk merayu gadis-gadis.  Ia menambahkan, “Ini merupakan sebuah gerakan sangat berbahaya yang dimaksud untuk mengacaukan kerukunan antaragama.”

Diperkirakan jumlah kasus “love jihad” mencapai 4.000, jumlah itu diberikan oleh organisasi nasionalis Hindu, Vishwa Hindu Parishad (Dewan Hindu se-Dunia), namun perkiraan polisi bahkan dua kali lebih besar.

Sementara itu, Sriram Sena (tentara Dewa Ram), sebuah kelompok Hindu sayap kanan, meluncurkan sebuah aksi melawan “love jihad.” Hindu Aikya Vedi (Front Persatuan Hindu), sebuah organisasi Hindu lain, jalur bantuan bagi para mahasiswi yang dibujuk dalam “love jihad.” [ucanews/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Berita Foto] Kasus Bank Century
Tulisan selanjutnya Inggris Siap Mengerahkan 500 Tentara ke Afghanistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

Berita
8 Juni 2026 20:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?