Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Ogah Kirim Pasukan ke Afghan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Oktober 2009 16:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan tidak akan mengirim tentara lagi ke Afghanistan dan justru ingin melihat militer Afghanistan semakin diperbesar.

Sarkozy menegaskan pada harian Le Figaro bahwa dia tetap akan melekatkan diri pada janji lama untuk tidak mengirim lagi pasukan.

“Apakah penting untuk tetap tinggal di Afghanistan? Saya katakan ya. Untuk tinggal dan untuk menang. Jika kita pergi, Pakistan, satu kekuatan nuklir, akan terancam. Tapi Prancis tidak akan mengirim lagi satu tentara pun,” kata Sarkozy.

“Keyakinan saya adalah bahwa harus ada lebih banyak lagi tentara Afghanistan. Mereka akan menjadi yang terbaik untuk memenangkan perang ini, karena itu negara mereka,” katanya seraya menambahkan bahwa gaji yang lebih baik dibutuhkan untuk mencegah pembelotan ke Taliban.
Sebelum ini, Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mengirim sebanyak 40.000 tentara tambahan ke Afghanistan dan mendesak sekutu NATO-nya untuk menambah pasukannya guna menghadapi pejuang Taliban yang hingga hari ini masih tetap tak mampu dikalahkan.
Belum lama ini, peristiwa menegangkan dua kubu di Kongres AS itu berlangsung selama sekitar 90 menit di Gedung Putih. Namun Presiden Barack Obama tidak memaparkan suatu strategi mapan bagi Afghanistan.  Senator Partai Republik John McCain dalam Sidang Kongres mendesak pengiriman pasukan tambahan ke Afghanistan. Sedangkan Demokrat menentangnya.

Inggris juga mengumumkan pekan ini bahwa negara itu siap untuk mengirim 500 tentara lagi. Lebih dari 40 negara telah mengirim pasukan untuk perang di bawah bendera NATO itu, di mana Inggris, Jerman, Prancis, Italia dan Polandia sebagai para penyumbang terbesar Eropa, dengan menyediakan 21.000 tentara bersama-sama. Namun belakangan ini beberapa Negara di bawah NATO sudah saling bersitegang soal pengiriman pasukan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Prancis sendiri memiliki 3.000 tentara di negara itu. Jumlah tentara AS telah ditingkatkan dengan ribuan tentara dan diperkirakan akan meningkat menjadi 68.000 tentara yang diproyeksikan pada akhir tahun ini. [cha, berbagai sumber/www.hidayatuallah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penghilangan “Ayat Tembakau” Adalah Tindakan Preman Jalanan
Tulisan selanjutnya MUI: Tarik Semua Ilustrasi Nabi Muhammad SAW

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?