Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gereja Katolik Belanda Diprotes Kaum Homo

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Maret 2010 18:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ratusan penganut homoseksual dan simpatisan mereka, hari Ahad di Den Bosch, Belanda selatan, menggelar demonstrasi terhadap pastor Luc Buyens. Demo terhadap pastur ini karena telah menolak memberi komuni kepada seorang homoseksual dari Desa Reusel.

Mereka yang berdemonstrasi berbondong-bondong mendatangi gereja Katedral Sint-Jan di Den Bosch, menanggapi seruan COC, organisasi kalangan homoseksual Belanda, seruan Gaykrant, koran kalangan homoseksual, dan Lilianne Ploumen, Ketua Partai Buruh Belanda (PvdA). Baik kalangan homoseksual maupun heteroseksual diajak mendatangi misa di gereja katedral Sint-Jan.

Riuh rendah

Ahad pagi 28 Februari itu beragam orang mendatangi Basilik Sint-Jan. Bukan hanya kalangan homoseksual, tetapi juga para lesbian, transeksual, dan politisi.

Mereka memasang segitiga ungu (begitu Nazi mencap kaum homoseksual) pada pakaian mereka dan membawa beberapa papan protes. Karena protes, misa berlangsung tidak tenang. Tiga perempuan yang mengenakan gaun merah muda menyala dan rambut palsu, menarik perhatian orang ketika masuk gereja pada saat misa sudah mulai. Satpam dan pengawal katedral Sint-Jan gagal menjaga ketenangan. Polisi hadir di luar gereja, tetapi tidak sampai turun tangan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya sudah diputuskan untuk tidak membagikan komuni. Selama berlangsung misa, pastor Geertjan van Rossem menjelaskan keputusan tidak membagikan hosti itu.

Menurutnya, pembagian komuni itu bukanlah sesuatu yang berlangsung dengan sendirinya. Komuni itu hanya untuk kalangan yang menjalani kehidupan seksualitasnya dengan tepat. “Sakramen yang sangat suci ini tidak seharusnya menjadi permainan protes,” demikian pastor Van Rossem. Khotbahnya dibuat menjadi tidak mungkin karena para pengunjung misa dengan riuh rendah keluar dari gereja.

Paling suci

Aksi protes digelar karena Pastor Luc Buyens di Desa Reusel awal Februari lalu menolak memberi komuni kepada Gijs Vermeulen, seorang warga setempat yang kebetulan homoseksual. Sepekan kemudian berlangsung aksi protes di gereja Reusel, sehingga pastor Buyens membatalkan pembagian hosti.

Gereja berpendirian komuni adalah sakramen paling suci yang ditawarkan gereja. Orang yang menerima komuni menunjukkan bahwa mereka bersatu dengan gereja dan dengan Yesus Kristus.

Pendirian semacam ini menimbulkan protes. Kalangan homoseksual sekarang mengadukan para pastor kepada polisi.

Christian Ouwens dan Robert Cooijmans, keduanya warga Belanda selatan, berpendapat pastor telah melakukan diskriminasi. Untuk menjembatani jurang antara gereja katolik dengan kalangan homoseksual, pekan silam Uskup Den Bosch mengadakan pembicaraan dengan Henk Krol, pemimpin redaksi majalah Gaykrant.

Dari pembicaraan itu jelas bahwa gereja Katolik tidak sudi mengubah pendiriannya. Uskup Hurkmans menjelaskan, kalangan homoseksual boleh masuk gereja, tetapi tidak boleh menerima komuni. Selain itu, gereja juga menegaskan hubungan seks hanya bisa berlangsung di dalam pernikahan dan hanya antara pria wanita.

COC, organisasi pembela kepentingan kaum homoseksual, kecewa terhadap ucapan itu. “Pembicaraan itu berlangsung terbuka dan saling menghormati, tetapi hasilnya keras dan menyedihkan. Karena pesannya adalah komuni tidak bisa diterima oleh mereka yang menjalankan homoseksualitas atau lesbian. Itu sangat berat bagi orang Katolik,” demikian Vera Bergkamp, wakil ketua COC.

Homoseksual dan lesbian merupakan kasus moral yang terus mengguncang dan memicu kontroversi hebat di Barat  dan kalangan gereja hingga saat ini. Kalangan gereja Kristen kini diguncang hebat dalam soal penentuan batas-batas moral soal homoseksualitas.  [rnw/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerejahomoseksuallesbianold migrateprotes
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muzakarah Ulama Se-Asteng Hasilkan Tiga Rekomendasi untuk Aceh
Tulisan selanjutnya Menelaah Berita Kompas dan Republika tentang Dulmatin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?