Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Maroko Deportasi Misionaris Berkedok Pekerja Sosial

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Maret 2010 03:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Maroko akan mendeportasi puluhan misionaris asing yang berkedok sebagai pekerja kemanusiaan organisasi bantuan Kristen pekan ini.

Menurut para pastur di beberapa kota, pekan sebelumnya polisi telah mengusir para pekerja sosial yang dicurigai menyebarkan agama Kristen di lima kota besar, Fez, Tangiers, Essaouria, Rabat, dan Marakesh.

Jurubicara Kedutaan Besar AS di Rabat, David Rantz, membenarkan bahwa di antara misionaris yang diusir adalah warga Amerika. Ia menolak untuk menyebutkan nama-nama mereka.

Pada prinsipnya organisasi Kristen boleh melakukan kegiatan kemanusiaan di Maroko, tapi mereka dilarang menyebarkan agama kepada 98 persen Muslim yang menjadi mayoritas di penduduk negeri itu.

Namun pada praktiknya, ratusan orang Kristen asing  sudah menyebarkan agama mereka secara diam-diam selama bertahun-tahun lamanya. Demikian diungkapkan oleh Jean-Luc Blanc, Kepala Gereja Evagelis yang bermarkas di Casablanca seperti dikutip dari Christian Science Monitor (11/3).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di masa lampau, kata Blanc, pemerintah biasanya per tahun hanya mendeportasi satu atau dua misionaris yang dinilai melanggar aturan. Selama sembilan tahun berada di sana, baru kali ini Blanc melihat ada deportasi besar-besaran seperti sekarang. “Sejak saya berada di Maroko, hal seperti ini tidak pernah terjadi,” ujarnya.

Pejabat pemerintah mengatakan, mereka hanya melakukan pengusiran kepada pekerja sosial yang melanggar aturan.

“Ini bukan tindakan untuk melawan Kristen, ini adalah tindakan yang diambil atas orang-orang yang tidak menghormati hukum negara ini,” kata Menteri Komunikasi Maroko Khalid Naciri dalam wawancara lewat telepon dengan Christian Science Monitor.

Chris Broadbent, warga Selandia Baru pengelola panti asuhan Village of Hope yang terkena sweeping polisi, mencoba membantah tuduhan pemurtadan yang dilakukan kelompoknya. “Masalahya kami tidak mengajak orang masuk agama kami,” katanya. “Kami paham aturannya.”

Sementara itu Jim Pitts yang mengelola panti asuhan Children’s Heaven menunggu apa yang akan dilakukan polisi kepada mereka.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami,” katanya. “Kita lihat saja.”

Menurut Pitts, pemerintah secara umum tahu mereka melakukan kerja kemanusiaan.

Isu pemurtadan oleh misionaris Kristen dengan berkedok memberikan bantuan bencana atau melakukan aksi kemanusiaan tidak hanya terjadi di Maroko. Setiap ada bencana di Indonesia, sering ditemukan aksi pemurtadan oleh organisasi kemanusiaan Kristen dari luar negeri. Hal serupa terjadi di Bangladesh. Pekerja World Vision baru-baru ini juga ketahuan melakukan aksi pemurtadan di Pakistan, sehingga enam orang pekerjanya ditembak oleh sekelompok orang.

Di India, negara Hindu yang memiliki peraturan larangan aksi misionaris, juga pernah beberapa kali mengungkap World Vision melakukan aksi pemurtadan dengan berkedok program pembangunan bagi rakyat miskin. [di/csm/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aysha, Gadis Mualaf yang Berjuang Sendiri
Tulisan selanjutnya Pejara dan Cambuk Untuk Polisi Gadungan Homo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?