Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Yahudi Eropa Menolak Satu Sekolah dengan Yahudi Arab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Juni 2010 17:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekitar 100.000 Yahudi ultra-ortodoks menggelar protes massal di Yerusalem, Kamis (17/6), menentang integrasi sekolah dengan sesama Yahudi.

Ratusan polisi bersiaga penuh, ketika para pemrotes beraksi menentang sebuah keputusan Mahkamah Agung Israel yang memenjarakan orangtua Yahudi asal Eropa atau Ashkenazi, yang menolak untuk menyekolahkan putri-putri mereka bersama Yahudi keturunan Timur Tengah atau Shepardi.

Menurut laporan media, ribuan orang yang berkumpul di dekat pintu barat kota Yerusalem terlihat seperti mengadakan perayaan, kelompok pria dalam jumlah besar mengenakan pakaian tradisional hitam khas Yahudi ultra-ortodoks.

Para orangtua pria yang datang bergabung dengan kerumuman itu juga mengenakan pakaian yang biasa dikenakan untuk perayaan, dilengkapi dengan topi khasnya. Mereka pun berbaur dan mulai menari-nari.

Di antara para pemrotes ada yang membawa tulisan “Ajaran Taurat!”, merujuk supremasi kitab suci di atas sistem hukum sekular.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lainnya membawa plakat bertuliskan “Para tahanan Immanuel adalah perwakilan Israel.” Plakat itu dibawa para orangtua yang datang dari pemukiman ilegal Israel di Immanuel, sebelah utara wilayah Tepi Barat.

Para tokoh, baik dari kalangan Yahudi ultra-ortodoks maupun orangtua, berpidato dihadapan kerumunan dari atas panggung yang dibuat dari 2 buah truk yang melintang di tengah jalan.

Seharusnya para orangtua yang mewakili lebih dari  40 keluarga mulai masuk penjara hari Kamis siang kemarin. Tapi menurut jurubicara polisi Mickey Rosenfeld, agar demostrasi besar itu bisa berjalan damai, waktunya diundur hingga pukul 5 sore.

Kasus pemenjaraan orangtua murid itu berawal ketika MA turun tangan dalam perselisihan di sebuah sekolah ortodoks yang terletak di pemukiman ilegal Israel, Immanuel, di wilayah Tepi Barat. Orangtua dari sekte Slonim Hassidik (Ashkenazi) menolak untuk menyekolahkan anak perempuan mereka bersama keturunan Shepardi.

Mahkamah memberikan waktu kepada para orangtua untuk menyekolahkan kembali anaknya hingga Rabu lalu, jika tidak mau maka mereka akan dipenjara karena melecehkan pengadilan. Orangtua Ashkenazi memilih untuk menolak.

Begitu hebatnya perselisihan itu, hingga surat kabar Israel, Haaretz, menggambarkannya sebagai “pertikaian negara-agama paling dramatis yang pernah terjadi di sini.”

Guna menurunkan ketegangan, Presiden Shimon Peres pada hari Rabu bertemu dengan Menteri Pendidikan Meir Porush, seorang anggota partai Ashkenazi ultra-ortodoks Persatuan Yudaisme Taurat, guna menyampaikan permintaan maaf kepada para orangtua.

Orangtua yang berasal dari sekte Slonim itu berdalih, penolakan mereka tidak bersifat rasis, hanya mendasarkan pada tradisi agama yang berbeda antara Shepardi dengan Ashkenazi.

Menurut Yakov Litzman, seorang anggota Partai Persatuan Yudaisme Taurat,  kepada radio militer, “Ada sejumlah perbedaan peraturan (di dalam komunitas ultra ortodoks). Kami tidak menginginkan televisi ada di dalam rumah, ada aturan mengenai pakaian sopan, kami menentang internet,” ujarnya.

“Saya tidak mau putri saya dididik bersama seorang anak putri yang memiliki televisi di rumah,” tambahnya.

Di Israel ada sekitar 1.300 Slonim, kebanyakan tinggal di Yerusalem dan Bnei Brak. Sebagian lainnya tinggal di Immanuel dan Kiryat Gat, baratdaya Yerusalem.

Sekte Slonim didirikan pada tahun 1858 di sebuah kota yang bernama Slonim, di wilayah yang sekarang dikenal dengan Belarus.

Di Israel Slonim terbagi dua, yang masing-masing mengikuti rabi berbeda. Slanim atau “hitam” mengikuti rabi berjenggot hitam, dan Slonim atau “putih” mengikuti rabi berjenggot putih.[di/meo/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Sabar Membebaskan al-Aqsa”
Tulisan selanjutnya Masyarakat Desak Hukuman Bagi Pelaku Pornoaksi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?