Hidayatullah.com–Terhitung bulan awal bulan Agustus ini, pemerintah Arab Saudi meminta agar operator BlackBerry menghentikan layanan BlackBerry Messaging (BBM), namun para operator mencoba untuk bermain-main dengan waktu dan tidak segera mengindahkannya, sambil berharap larangan itu akan segera dicabut. Demikian keterangan dari seorang pejabat yang berbicara secara anonim.
Para provider tidak serius mematuhi larangan tersebut, sebagaimana ketika ada larangan mengenakan tarif roaming diberlakukan. Mereka lebih memilih membayar denda yang maksimal hanya 5 juta riyal daripada mematuhi larangan yang ada, kata sumber itu lagi sebagaimana dilansir Saudi Gazzette (3/8/2010).
Research In Motion (RIM) untuk pertama kalinya mendapat hantaman besar di wilayah Teluk dari Uni Emirat Arab, yang menyatakan akan melarang semua layanan BlackBerry–messanging, e-mail dan web browser–per Oktober 2010 dengan alasan keamanan.
Tiga operator BlackBerry di Saudi memastikan bahwa larangan tidak termasuk untuk layanan e-mail.
Mereka meminta agar RIM memperbaiki layanan messangingnya agar memenuhi persyaratan sebagaimana yang diminta berbagai negara termasuk Saudi dan Prancis.
Sementara itu pemerintah Uni Emirat Arab dengan tegas menyatakan bahwa layanan BlackBerry bisa mengancam keamanan, karena data yang terenkripsi dikirim melalui perangkat BlackBerry ke server yang berada di luar negeri terlebih dahulu, baru kemudian didistribusikan kembali kepada penggunanya. Pemrosesan data di server luar negeri inilah yang dinilai riskan, karena pemerintah tidak bisa memonitor aktivitas ilegal yang terjadi selama proses tersebut.
Pemerintah Saudi meyatakan bahwa mereka hanya melarang BlackBerry, dan bukan telepon cerdas lain seperti iPhone, dan Nokia. Hal ini disebabkan hanya BlackBerry saja yang secara otomatis langsung mengirim semua data yang masuk ke server mereka di luar negeri.
Di kalangan praktisi teknologi informasi yang mengembangkan aplikasi messanging menilai, sebenarnya layanan BlackBerry justru ketinggalan zaman. Aplikasi mereka hanya bisa mengirim pesan ke perangkat dan operator yang sama yaitu BlackBerry saja. Teknologi tersebut tidak berbeda dengan teknologi yang dipakai ketika komunikasi lewat internet dan telepon genggam baru berkembang. Sekarang ini yang diperlukan menurut mereka adalah aplikasi komuninasi yang bisa dipakai lintas operator dan digunakan di berbagai merek perangkat. [di/sg/mtv/hidayatullah.com]