Hidayatullah.com—Ratusan orang ambil bagian dalam aksi protes di kota Berlin dan Stuttgart hari Sabtu (25/4/2020) menentang kebijakan lockdown yang diberlakukan pemerintah untuk meredam penyebaran Covid-19.
Sekitar 1.000 orang berkumpul di teater Volksbühne di dekat pusat kota Berlin. Mereka berteriak “Saya ingin kehidupan saya kembali” serta mengusung berbagai tulisan seperti “Lindungi hak-hak konstitusional.”
Para pengunjuk rasa membagikan selebaran yang isinya mempertanyakan perlunya kebijakan lockdown dan mengklaim coronavirus dijadikan alat untuk mengukuhkan kekuasaan serta menebarkan rasa takut.
Jubir kepolisian Thilo Cablitz mengatakan izin sudah diberikan untuk pembagian selebaran itu, tetapi otoritas kesehatan tidak menyetujui aksi unjuk rasa yang menciptakan kerumunan massa itu.
Polisi, yang membarikade lapangan yang berada tepat di depan gedung tersebut agar tidak dipakai demonstran, menggunakan pengeras suara untuk meminta orang-orang membubarkan diri. Lebih dari 100 orang kabarnya diamankan petugas.
Aksi itu merupakan protes hari Sabtu keempat berturut-turut yang digelar di Berlin. Polisi mengatakan mengerahkan 180 petugas guna mengawasi aksi protes terakhir. Di antara pengunjuk rasa tampak sejumlah orang yang diketahui sebagai populis sayap kanan-jauh dan pemuja teori konspirasi, lansir DW.
Di kota Stuttgart, sebanyak 350-500 orang mendatangi aksi protes yang digaungkan kelompok “Querdenken”. Pemimpin kelompok itu, Michael Ballweg, mengatakan demonstrasi itu disokong hak-hak dasar seperti kebebasan berkumpul dan kebebasan beragama. Kumpulan massa yang awalnya dilarang digelar itu diberikan izin oleh Pengadilan Konstitusi Federal beberapa hari lalu.
Jerman selama beberapa pekan terakhir memberlakukan kebijakan jarak sosial berskala besar guna menekan penyebaran Covid-19, yang sejauh ini sudah menghilangkan nyawa 5.800 orang di negara itu. Perkumpulan orang dibatasi tidak lebih dari 2, bar dan restoran serta sekolah diperintahkan untuk tutup.
Mulai hari Senin besok, hampir semua negara bagian mewajibkan warganya menggunakan masker penutup hidung dan mulut ketika berbelanja atau menggunakan transportasi publik. Beberapa wilayah juga mulai melonggarkan aturan pembatasan selama lockdown.*