Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Jerman Protes Lockdown

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 April 2020 09:56 9:56 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 April 2020 09:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ratusan orang ambil bagian dalam aksi protes di kota Berlin dan Stuttgart hari Sabtu (25/4/2020) menentang kebijakan lockdown yang diberlakukan pemerintah untuk meredam penyebaran Covid-19.

Sekitar 1.000 orang berkumpul di teater Volksbühne di dekat pusat kota Berlin. Mereka berteriak “Saya ingin kehidupan saya kembali” serta mengusung berbagai tulisan seperti “Lindungi hak-hak konstitusional.”

Para pengunjuk rasa membagikan selebaran yang isinya mempertanyakan perlunya kebijakan lockdown dan mengklaim coronavirus dijadikan alat untuk mengukuhkan kekuasaan serta menebarkan rasa takut.

Jubir kepolisian Thilo Cablitz mengatakan izin sudah diberikan untuk pembagian selebaran itu, tetapi otoritas kesehatan tidak menyetujui aksi unjuk rasa yang menciptakan kerumunan massa itu.

Polisi, yang membarikade lapangan yang berada tepat di depan gedung tersebut agar tidak dipakai demonstran, menggunakan pengeras suara untuk meminta orang-orang membubarkan diri. Lebih dari 100 orang kabarnya diamankan petugas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Aksi itu merupakan protes hari Sabtu keempat berturut-turut yang digelar di Berlin. Polisi mengatakan mengerahkan 180 petugas guna mengawasi aksi protes terakhir. Di antara pengunjuk rasa tampak sejumlah orang yang diketahui sebagai populis sayap kanan-jauh dan pemuja teori konspirasi, lansir DW.

Di kota Stuttgart, sebanyak 350-500 orang mendatangi aksi protes yang digaungkan kelompok “Querdenken”. Pemimpin kelompok itu, Michael Ballweg, mengatakan demonstrasi itu disokong hak-hak dasar seperti kebebasan berkumpul dan kebebasan beragama. Kumpulan massa yang awalnya dilarang digelar itu diberikan izin oleh Pengadilan Konstitusi Federal beberapa hari lalu.

Jerman selama beberapa pekan terakhir memberlakukan kebijakan jarak sosial berskala besar guna menekan penyebaran Covid-19, yang sejauh ini sudah menghilangkan nyawa 5.800 orang di negara itu. Perkumpulan orang dibatasi tidak lebih dari 2, bar dan restoran serta sekolah diperintahkan untuk tutup.

Mulai hari Senin besok, hampir semua negara bagian mewajibkan warganya menggunakan masker penutup hidung dan mulut ketika berbelanja atau menggunakan transportasi publik. Beberapa wilayah juga mulai melonggarkan aturan pembatasan selama lockdown.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya muhyiddin malaysia Perekonomian Malaysia Kehilangan RM2,4 Miliar Sehari Sejak Pembatasan Covid-19 Diberlakukan
Tulisan selanjutnya Arab Saudi Hapus Hukuman Cambuk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?