Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sejumlah Diplomat dan Pejabat Libya Ramai-ramai Mundur

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 24 Februari 2011 06:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dampak krissis politik yang mengguncang Libya, membuat sejumlah pejabat pemerintah termasuk beberapa menteri, diplomat dan pejabat militer Libya “rame-rame” meletakkan jabatan mereka sebagai ungkapan protes terhadap cara kekerasan rezim Presiden Muammar Qadhafi dalam menumpas gelombang aksi protes pemerintah sepekan terakhir.

Harian The Guardian, Selasa melaporkan sejumlah duta besar Libya dikabarkan telah mengundurkan diri. Mereka di antaranya bertugas di China, India, Indonesia, dan Polandia serta perwakilan untuk Liga Arab yang berpusat di Mesir. Selain itu sejumlah diplomat Libya untuk perwakilan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) juga minta mundur.

Mereka bergabung dengan sejumlah menteri yang serentak turun dari jabatan sebagai ketidaksetujuan pada langkah rezim Khadafi menghadapi para demonstran dengan cara kekerasan sehingga menimbulkan banyak korban jiwa.

Menurut harian The Telegraph, mereka adalah menteri keamanan publik dan menteri luar negeri dan menteri kehakiman.

Sejumlah pejabat militer juga dilaporkan telah mengundurkan diri dan memihak terhadap pergerakan rakyat. Dua pilot pesawat militer Libya juga dilaporkan mendarat di Malta dan keduanya mengajukan permintaan suaka diplomatik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selain mengerahkan milisi bersenjata, rezim Khadafi juga memerintah militer menumpas para demonstran, yang menggelar aksi sejak pekan lalu.

The Washington Post, melaporkan, sejumlah pesawat dan helikopter melontarkan tembakan dari langit ke arah para demonstran.

Jumlah korban tewas dalam satu pekan terakhir pun belum bisa dipastikan. Tapi sejumlah kelompok seperti Human Rights Watch yakin bahwa nyawa lebih dari 200 orang telah melayang sejak Libya bergolak.

Sementara itu, Kedutaan Besar Libya di Jakarta membantah kabar bahwa Duta Besar untuk Indonesia, Salaheddin Muhammad Ibrahim El Bishari, telah mengundurkan diri terkait situasi di negaranya.

“Kami tidak menerima kabar (pengunduran diri) itu. Duta besar masih bertugas,” kata Lia, staf lokal Kedutaan Besar Libya di Jakarta. Kendati tetap berkantor, menurut Lia, El Bishari menolak bertemu media untuk memberi jawaban atas kabar itu.

“Tunggu saja pengumuman resmi,” ujar staf itu. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengaku belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) di Libya yang menjadi korban dari aksi penyerangan militer atas warga sipil yang berdemo.

Kepastian itu diungkapkan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, Tatang Razak, Selasa, di Jakarta.

“Berdasarkan komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tripoli, secara umum WNI dalam keadaan baik. Tidak ada laporan terkena dampak berbahaya akibat kerusuhan,” ujar Tatang.

Menurut data Kemlu, terdapat lebih dari 1.000 WNI berdomisili di Libya. Sebagian besar berada di Ibukota Tripoli dan sekitarnya. Kebanyakan dari mereka adalah para pekerja konstruksi yang tengah menyelesaikan pembangunan pusat perbelanjaan di Tripoli.
Kemlu merinci, terdapat 875 tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sektor konstruksi, 550 WNI bekerja di sektor perminyakan, 130 WNI adalah mahasiswa, dan 50 WNI bekerja di sektor informal. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih 300.000 Remaja Meninggal Setiap Tahunnya Akibat Alkohol
Tulisan selanjutnya 13 Orang Palestina Cidera Oleh Tembakan Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?