Hidayatullah.com–Raja Arab Saudi Abdullah telah mengumumkan serangkaian upaya kesejahteraan bagi warganya sebesar $10,7 miliar , sekembalinya ia ke Saudi setelah menghabiskan tiga bulan di luar negeri untuk menjalani perawatan kesehatan, televisi pemerintah melaporkan.
Kebijakan yang disampaikan pada Rabu (23/2) itu, termasuk dana untuk mengimbangi inflasi yang tinggi, membantu pengangguran usia muda, pelajar Saudi di luar negeri, serta penghapusan kredit macet.
Langkah itu diambil karena pemerintah di daerah berebut untuk mendapatkan simpati dari kalangan pro-demokrasi yang dipicu oleh pengangguran kalangan muda dan ruang gerak politik yang terbatas.
Sebagai bagian dari skema pemerintah Saudi itu, pegawai pemerintah mendapatkan kenaikan gaji 15 persen, dan uang tunai tambahan untuk kredit perumahan.
Tidak ada reformasi politik yang diumumkan sebagai bagian dari paket itu, meskipun Raja berusia 86 tahun itu memberikan pengampunan terhadap para terpidana kejahatan keuangan.
Abdullah menjalani pemulihan di Maroko selama empat minggu, setelah menjalani operasi di Amerika Serikat untuk bagian punggungnya yang telah menyebabkan akumulasi darah ke seluruh punggungnya.
Selama ketidakhadiran Raja, saudaranya, Putra Mahkota Sultan bertanggung jawab atas Kerajaan. Sultan juga sedang menderita penyakit selama dua tahun terakhir, dan telah menghabiskan waktu lama di luar negeri.
Para analis mengatakan bahwa Arab Saudi tidak mungkin menghadapi jenis gerakan protes yang saat ini sedang terjadi di Mesir, Tunisia atau Libya karena Saudi masih memiliki cadangan minyak $400 miliar , walau di tengah tingginya pengangguran kalangan muda dan sulitnya mendapatkan perumahan.*