Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pesawat Sekutu Telah Menyerang Libya

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 20 Maret 2011 07:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Serangkaian lebih dari 110 misil yang ditembakkan ke arah target-target di Libya hanyalah tahap pertama dari banyak operasi militer lain yang akan dilakukan di Libya. Demikian disampaikan oleh seorang pejabat militer senior Amerika Serikat, Sabtu (19/3).

Laksamana Madya Bill Gortney, direktur Pasukan Gabungan AS menolak untuk mendiskusikan apa tahap operasi selanjutnya yang akan dilaksanakan. Ia hanya mengatakan, sejauh ini sudah 20 target yang disasar pasukan sekutu.

Menurut Gortney, diperlukan waktu 6 hingga 12 jam sebelum tempat-tempat yang diserang tersebut bisa diakses dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau peralatan lainnya.

Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Kanada dan Italia masing-masing mengirimkan pasukan militernya dalam misi menggulingkan Muammar Qadhafi yang diberi nama operasi “Odyssey Dawn”.

Seorang pejabat militer AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan, negara-negara Arab lain juga akan bergabung mengirimkan pasukan mereka untuk menyerang Libya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Militer AS menunjukkan gambar, sekitar 25 kapal pasukan koalisi, termasuk 3 kapal selam AS yang dipersenjatai rudal Tomahawk telah parkir di perairan Laut Tengah. Lima pesawat pengintai AS juga sudah ditempatkan di sana.

Pejabat AS mengatakan, pasukan dan pesawat-pesawat tempur mereka akan ikut ambil bagian, namun hingga saat ini pesawat AS belum beroperasi di langit Libya. Pasukan Amerika Serikat dipimpin oleh Jenderal Carter Ham.

Gortney mengatakan, belum ada pasukan darat AS yang masuk ke Libya. Nantinya, mereka akan menangani logistik pasukan selama menjalankan serangan militer, seperti menyuplai bahan bakar.

Media milik pemerintah Libya mengatakan, pesawat-pesawat sekutu menembaki target sipil di ibukota Tripoli hari Sabtu (19/3), sehingga jatuh korban.

Sebelumnya para saksi mengatakan kepada AFP bahwa sejumlah suara ledakan besar terdengar di sebelah timur Tripoli dan bola api raksasa terlihat di kaki langit.

“Kami tidak tahu di mana ledakan itu terjadi,” kata seorang warga pinggiran timur Tripoli.

Sebelumnya, pesawat Rafale milik pasukan udara Prancis mengawali serangan sekutu dengan meledakkan sejumlah tank dan kendaraan militer milik pasukan yang setia pada Qadhafi, hanya beberapa jam setelah Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengumumkan dimulainya serangan militer atas Libya.

“Kendaraan itu jelas menunjukkan sebagai musuh,” kata jurubicara militer Thierry Burckhard, setelah mendapat mandat pertama PBB untuk melakukan serangan udara. Ia mengatakan, kendaraan militer Libya yang dihancurkan itu mengancam warga sipil.

Sarkozy berdalih dengan mengatakan serangan yang dilakukan pasukannya adalah upaya mencegah pasukan Qadhafi melancarkan serangan udara ke Benghazi. Ia juga mengatakan bahwa pasukan sekutu akan berhenti menyerang, jika Qadhafi menghentikan aksi militernya.

Perdana Menteri Inggris David Cameron kepada wartawan usai menghadiri pertemuan para pemimpin dunia di Paris mengatakan, Qadhafi telah melanggar janji gencatan senjata.

“Kolonel Qadhafi yang menyebabkan (serangan) ini terjadi. Dia telah berbohong kepada masyarakat internasional, dia menjanjikan gencatan senjata, tapi dia telah melanggar gencatan itu,” kata Cameron.*

Keterangan foto: Pesawat Rafale milik Prancis pembuka serangan sekutu atas Libya.

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demonstran Skotlandia Serukan Persatuan Palestina
Tulisan selanjutnya Keganjilan Bom Paket Buku Untuk Ulil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?