Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sejumlah Jenderal Tertinggi Yaman Bergabung Kaum Revolusioner

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 22 Maret 2011 09:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sejumlah tank dikerahkan di ibukota Yaman Senin (21/3) pada saat para jenderal tertinggi bergabung kepada kaum “revolusi” dan pemimpin suku utama negara itu untuk menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh dari kekuasaan.

Tank-tank mengambil posisi di lokasi kunci di sudut-sudut Sanaa,  termasuk di istana presiden, bank sentral, dan kementerian pertahanan, tapi tidak jelas mereka di bawah perintah siapa.

Dalam serangkaian pukulan terhadap kekuasaan Saleh, Jenderal Ali Mohsen al-Ahmar, Komandan Distrik Militer di kawasan Timurlaut, mengumumkan ia telah bergabung dengan “revolusi,” bersama dengan pemimpin suku Sadiq al-Ahmar.

“Krisis ini semakin rumit dan itu mendorong negara menuju kekerasan dan perang saudara,” kata jenderal itu dalam sebuah pernyataan siaran televisi Al-Jazeera.

“Menurut apa yang saya rasakan, dan sesuai solidaritas rekan-rekan komandan dan prajurit … saya mengumumkan dukungan kami dan dukungan damai kita untuk revolusi kaum pemuda.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kita akan memenuhi tugas kami dalam menjaga keamanan dan stabilitas.”

Satu per satu, puluhan petugas dari berbagai tingkatan memenuhi tenda di kota dekat Universitas Sanaa, tempat para demonstran tetap beraksi sejak 21 Februari di tengah gelombang serangan, dan publik berjanji untuk mendukung revolusi.

Dua jenderal tertinggi lainnya, Nasser Ali Shuaybi di Provinsi Hadramaut dan Faisal Rajab di Provinsi Lahij, juga ikut bergabung dengan kaum revolusi.

Sadiq al-Ahmar, yang memimpin Federasi Suku Hashid, suku terbesar di Yaman dan pendukung kekuasaan Saleh, mengatakan kepada Al-Jazeera sudah saatnya bagi presiden untuk membuat “keluar dengan tenang.”

“Saya mengumumkan atas nama semua anggota suku saya bahwa saya bergabung dengan revolusi,” kata Ahmar, dan menyerukan Saleh “untuk membebaskan Yaman dari pertumpahan darah dan keluar dengan tenang.”

Wakil juru bicara parlemen, Himyar al-Ahmar, dan Gubernur Provinsi Aden, Ahmed Qaatabi, juga mengundurkan diri sebagai protes atas perlakuan terhadap demonstran.

Para pembelotan terjadi sehari setelah Saleh memberhentikan kabinetnya dalam upaya memenuhi permintaan para oposisi untuk melakukan reformasi atas negara yang menjadi sekutu Amerika Serikat ini.
Rezim juga telah kehilangan dukungan dari para pemimpin agama, kondisi yang lemah oleh pengunduran diri menteri, duta besar dan sejumlah anggota parlemen partai berkuasa, namun Saleh menolak untuk mundur sampai berakhir masa jabatannya pada tahun 2013.

Rezimnya pun telah dikecam dunia internasional setelah lebih dari 50 orang tewas akibat loyalis bersenjata Jumat menembaki  pengunjuk rasa lapangan Universitas Sanaa Square, pusat dari gerakan pro-demokrasi.

Pembelotan perwira militer ke oposisi kemungkinan akan menyulitkan dukungan Washington bagi Saleh, dalam mitra dalam perang melawan Al-Qaeda.

Sementara itu Duta besar Yaman untuk Mesir dan Liga Arab hari Senin membelot dari rezim dan bergabung dengan gerakan pemrotes yang menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh, kata seorang diplomat.

Abdel Wali al-Shemiri dan Abdel Malek Mansur “bergabung dengan revolusioner (namun) tetap mewakili rakyat Yaman di Mesir dan di Liga Arab,” kata diplomat yang tidak bersedia disebutkan namanya itu kepada AFP.

Lima duta besar Yaman yang ditempatkan di negara-negara Eropa menulis surat kepada Presiden Ali Abdullah Saleh untuk memintanya mengundurkan diri, kata Dubes Yaman untuk Prancis Khaled al-Akwaa.

Para duta besar yang ditempatkan di Paris, Brussel, Jenewa, Berlin dan London serta konsul Yaman di Frankfurt “mengirim pesan kepada Presiden Saleh agar menanggapi tuntutan rakyat dan mengundurkan diri guna menghindari pertumpahan darah,” kata Khaled al-Akwaa.

Ia menambahkan, duta besar Yaman untuk Kuba juga menandatangani surat tersebut.*

Keterangan foto: Para demonstran tetap melakukan protes walau telah jatuh korban di pihak mereka.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Sejarah Gelap Para Paus”
Tulisan selanjutnya Sejumlah Premis dan Keganjilan “Bom Ulil”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?