Hidayatullah.com–Ribuan demonstran Mesir berkumpul di depan Kedutaan Besar rezim Zionis Israel di Kairo, menuntut diakhirinya hubungan dengan Tel Aviv.
Para demonstran, Rabu (27/4) menuntut agar pemerintah Mesir segera memutuskan semua hubungan dengan Israel. Mereka juga menyerukan agar membekukan semua ekspor gas ke Tel Aviv.
Massa mengancam akan melanjutkan aksi unjuk rasa besar-besaran jika pemerintah saat ini tidak bergerak untuk memutus hubungan dengan rezim Israel.
Di bawah rezim Hosni Mubarak yang didukung AS, Mesir konsisten melayani kepentingan Israel dan membantu menerapkan blokade penuh atas Jalur Gaza.
Sebuah partai politik utama Mesir, Al Ikhwan al Muslimun baru-baru ini menuntut Dewan Tinggi Angkatan Bersenjata untuk mengambil langkah cepat dalam mematahkan pengepungan Gaza.
Partai-partai politik Mesir mengatakan blokade Gaza melayani kepentingan Amerika dan Israel di wilayah tersebut dan mengancam stabilitas regional dan independensi.
Sebelumnya, sebuah jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Mesir lebih suka negara mereka menghentikan perjanjian perdamaian dengan Israel.
Menghawatirkan Barat
Hasil jajak pendapat Pew Research Center yang berbasis di Amerika Serikat (AS) terbaru menunjukkan bahwa 54 persen rakyat Mesir lebih cengerung agar negara mereka membatalkan perjanjian perdamaian dengan Israel.
Sebelumnya telah diprediksi, tergulingnya Mubarak pada 11 Februari lalu, membuat Barat dan Zionis-Israel cemas. Mereka mengkhawatirkan tumbuhnya sikap anti-Barat di Mesir, dan hal itu terbukti dari jajak pendapat terbaru.
Menurut jajak pendapat itu, hanya 36 persen responden yang setuju kesepakatan damai dengan Israel dipelihara, berbanding dengan 54 persen yang memilih perjanjian itu diakhiri.
Demo ini bukanlah yang pertama. Pasca jatuhnya Mubarak banyak warga Mesir tak menginginkan pemerintahnya dekat dengan Negeri Zionis tersebut. Televisi al-Alam Hari Sabtu, 16 April melaporkan, rakyat Mesir berkumpul di depan konsulat Zionis di kota Iskandariyah, Mesir utara, dan menekankan pemutusan hubungan dengan TelAviv serta pengusiran dubes ilegal itu dari Kairo.
Para demonstran dengan slogan-slogannya menyuarakan dukungannya terhadap rakyat tertindas Palestina. Sejumlah aksi demo anti-Israel digelar rakyat Mesir pasca tergulingnya Presiden Husni Mubarak. Pekan lalu juga terjadi aksi serupa di depan kedutaan besar Israel di Kairo.*