Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Obama Dukung Tapal Batas Tahun 1967, Israel Temui Amerika

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 20 Mei 2011 09:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Amerika Barack Obama telah menyetujui salah satu permintaan utama Palestina bagi sebuah negara Palestina masa depan, dengan mengatakan perbatasannya harus didasarkan pada garis-garis tapal batas 1967 – perbatasan itu memang sudah ada sebelum Perang Enam Hari di mana Israel

menduduki daerah-daerah berpenduduk Palestina.

Pernyataan Obama dalam pidato kebijakan Timur Tengah hari Kamis menandai pergeseran dari posisi awal pemerintahannya bahwa kedua pihak harus berkompromi mengenai di mana perbatasan seharusnya berada.

Palestina sejak lama menuntut sebuah negara yang terdiri dari Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur, yang merupakan daerah-daerah yang direbut Israel dalam perang Arab-Israel 1967. Pejabat-pejabat Palestina juga menuntut agar Israel menghentikan semua pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah-wilayah itu.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari Kamis mengatakan bahwa Israel seharusnya tidak diminta untuk ditarik mundur ke perbatasan sebelum 1967.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengatakan awal pekan ini bahwa “blok permukiman” Yahudi di Tepi Barat harus berada di dalam perbatasan Israel sebagai bagian dari kesepakatan damai. Perdana Menteri Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Presiden Obama di Gedung Putih hari Jumat ini.

Sebelum perang Arab-Israel pecah tahun 1967, wilayah Jerusalem Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza merupakan bagian dari wilayah Palestina. Setelah perang, wilayah-wilayah yang semula dimiliki Palestina dicaplok seenaknya Israel. Negara Zionis itu mengklaim wilayah-wilayah itu sebagai hasil rampasan perang.

Isu Palestina selalu berganti seiring pergantian presiden Amerika. Selama itu pula Palestina seolah hanya menjadi ‘mainan’ Barat dan Zionis-Israel dengan kedok perjanjian damai. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saleh Akan Tandatangani Pemindahan Kekuasaan
Tulisan selanjutnya Pemuda Palestina Galang “Kekuatan” Lewat FB

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?