Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Saudi Tak Lagi Keluarkan Visa TKW dari Indonesia

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 30 Juni 2011 14:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Arab Saudi, Rabu (29/06/2011), menyatakan tidak akan lagi mengeluarkan visa buat pekerja rumah tangga dari Indonesia dan Filipina. Hal itu dilakukan karena persyaratan ketat dan ketentuan yang dinilai tidak adil yang diberlakukan dua negara itu. 

“Kementerian Tenaga Kerja akan berhenti mengeluarkan visa kerja bagi pekerja rumah tangga untuk Filipina dan Indonesia mulai Sabtu (2 Juli),” kata Hattab Bin Saleh Al-Anzi, juru bicara Departemen Tenaga Kerja Arab Saudi, seperti dikutip Arab News.

Al-Anzi mengatakan, agen perekrut Saudi akan tetap merekrut pekerja domestik termasuk pembantu rumah tangga dari berbagai negara, kecuali Indonesia dan Filipina. Keputusan lain datang setelah beberapa negara pengekspor tenaga kerja lain berminat untuk mengirim pembantu rumah tangga untuk bekerja di keluarga Saudi. Ia juga menambahkan, larangan perekrutan akan diterapkan secara ketat.

 Sebelumnya, Indonesia mengatakan akan melarang warganya untuk sementara bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi setelah insiden pemenggalan kepala seorang pembantu bernama Ruyati, yang membunuh majikannya, pada awal bulan ini. Indonesia akan memberlakukan larangan tersebut mulai 1 Agustus dan bertekad tetap mempertahankan larangan tersebut sampai pemerintah Saudi setuju menandatangani nota kesepahaman (MoU), yang berisi perlindungan atas pekerja Indonesia.

Berdasarkan perkiraan pemerintah Filipina, ada sekitar lebih dari 1,2 juta orang Filipina yang bekerja di Saudi, sekitar 15 persen atau 180.000 adalah pekerja domestik seperti pembantu dan supir. Sementara, lebih dari satu juta pekerja Indonesia berada di Saudi dan sebagian besar adalah pembantu rumah tangga.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Negara Afrika

Sebelumnya, merespon keputusan Pemerintah RI untuk menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Arab Saudi, Ketua Komite Nasional untuk Perekrutan Saudi, Sa’d Al Badah mendesak pihak terkait di Kerajaan Saudi untuk menghentikan perekrutan pembantu asal Indonesia, dan mengganti alternatif dengan merekrut pembantu lainnya dari Negara Ethiopia.

Sa’d Al Badah juga menyatakan bahwa keputusan Pemerintah RI tersebut tidak mempengaruhi pasar Saudi, karena masih adanya banyak alternatif.

Menurutnya, Ethiopia mulai mengirim pekerja wanita mereka dengan harga yang bersaing dengan waktu yang singkat. Demikian pula Kenya dan Nepal, demikian ujar Sa’ad , dilansir media lokal Saudi, Ukadz (24/6/2011).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penyair AS Sebut Israel Negara Teroris Terbesar di Dunia
Tulisan selanjutnya Teheran Sangkal Berita Iran Ancam Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?