Hidayatullah.com–Dewan Keamanan PBB menghapur nama 14 nama pimpinan Taliban dari daftar hitam mereka, atas permintaan pemerintah Afghanistan.
Empat orang di antara mereka merupakan anggota Dewan Perdamaian Tinggi yang dibentuk tahun lalu untuk melakukan perundingan dengan Taliban.
Menurut DK-PBB, penghapusan nama tokoh Taliban dari daftar hitam itu menunjukkan dukungan mereka atas upaya rekonsiliasi di Afghanistan.
Di dalam daftar hitam DK-PBB itu masih ada 123 nama, yang assetnya juga dibekukan.
Taliban pertama kali dimasukkan daftar hitam tahun 1999, ketika mereka menguasai pemerintahan di Afghanistan, dan terus diperpanjang setelah terjadi peristiwa 9/11.
“Masyarakat dunia menghargai usaha yang dilakukan anggota Dewan Perdamaian bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, dan rekonsiliasi,” kata duta besar Jerman untuk PBB dan pemimpin DK, Peter Wittig, seperti dikutip BBC (16/7).
“Semua warga Afghanistan didorong untuk mendukung usaha ini. Pesannya jelas yaitu mendukung perdamaian,” imbuhnya.
Sementara itu menurut Associated Press, pemerintah Afghanistan sesungguhnya meminta pencabutan 50 nama, dilampiri bukti-bukti bahwa mereka sudah kembali berbaur dengan masyarakat lainnya. Namun, permintaan itu ditolak DK-PBB.
Menurut pengamat, Washington dan NATO menyadari, penarikan pasukan militer harus dibarengi penghentian dan kompromi politik dengan pemerintah Afghanistan.*