Hidayatullah.com–Para pejabat Amerika Serikat menolak keras tudingan sebuah lembaga independen Inggris yang mengatakan bahwa serangan pesawat tanpa awak (drone) AS yang dilancarkan di Pakistan telah membunuh banyak korban sipil. Menurut Amerika Serikat, jumlah yang disebutkan organisasi asal London itu tidak benar.
Hari Jum’at (12/8), para pejabat AS mengkritik Bureau of Investigative Journalism atas temuan yang mereka tulis dalam laporannya, yang menyebutkan bahwa serangan CIA atas Taliban dan Al Qaidah serta jumlah korban sipil yang jatuh jumlah sesungguhnya jauh lebih banyak dari apa yang telah dilaporkan Amerika.
Menurut Bureau of Investigative Journalism, serangan bom oleh pesawat tanpa awak yang dioperasikan agen intelijen AS CIA telah membunuh setidaknya 168 anak-anak di Pakistan dalam kurun waktu tujuh tahun ini.
“Jumlah yang disebutnya organisasi ini tidak tepat,” kata seorang pejabat senior AS kepada AFP tanpa menyebutkan namanya.
Demikian pula kata pejabat kedua yang juga tidak mau menyebutkan namanya. “Angkanya salah,” kata orang itu.
Menurut mereka para agen intelijen sangat berhati-hati dalam mengendalikan robot pesawat yang membawa misil dilengkapi kamera video dan sensor, agar tidak mengenai warga sipil.
“Ini adalah senjata yang dioperasikan oleh intel-intel yang baik,” kata pejabat pertama.
“Dan itu lebih akurat daripada operasi darat,” imbuhnya.
Bureau of Investigative Journalism mengatakan, CIA telah melancarkan 291 serangan udara dengan menggunakan pesawat tanpa awak ke wilayah Pakistan sejak tahun 2004. Jumlah itu lebih banyak delapan persen daripada yang telah dilaporkan pemerintah Amerika. Selama Presiden Obama berkuasa terjadi 236 serangan, atau satu serangan setiap empat hari.*