Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ahmadiyah Belanda Akui Muhammad bukan Nabi Terakhir

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 10 April 2011 06:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Jemaat Ahmadiyah Belanda  mengakui bahwa Muhammad bukanlah Nabi terakhir. Sebagaimana dikutip Radio Nederland, Hibatun Noer Verhagen, Amir (Ketua) Ahmadiyya Moslim Djamaat  Nederland atau Jemaat Ahmadiyah Belanda mengatakan,  soal kenabian Mirza Ghulam Ahmad yang selama sering disembunyikan jemaat Ahmadiyah di Indonesia.

“Al-Quran mengajari kita bahwa ada dua macam nabi. Nabi yang membawa hukum yang jumlahnya sekitar tiga ratusan. Selain itu ada ribuan nabi yang tidak membawa hukum,” jelasnya.

Bagi orang Ahmadiyah, tambah Verhagen, Nabi Muhammad SAW adalah nabi terbaik. Dan inilah terjemahan bebas dari kata Khatamun Nabiyyin.

“Khatamun Nabiyin bukan berarti nabi terakhir,” tandasnya.

“Nabi Muhammad SAW adalah nabi terbaik di dunia yang kitab sucinya adalah Al Quran dan Mirza Gulam Ahmad adalah nabi tanpa syariat.  Dalilnya antara lain ada dalam hadis,” tuturnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Karena itu Verhagen merasa aneh kenapa orang tidak mau berdialog dengan warga Ahmadiyyah. Dalam hal ini ia mengkritik Indonesia dan negara-negara Islam lain seperti Pakistan yang menurut dia tidak mau berdialog dengan orang Ahmaddiyah.

“Di Indonesia dan di Pakistan dialog dengan orang Ahmadiyah dilarang,” katanya.
Menurut Ketua Ahmadiyah Belanda ini, tindakan tidak mau berdialog itu justru bertentangan dengan ajaran Islam.

“Islam menurut saya sinonim dengan kebebasan berpendapat, beragama dan berdialog. “Tidak ada paksaan dalam agama,” katanya mengutip terjemahan ayat al-Quran.

“Kita justru harus berdiskusi, berargumen dan saling mendengarkan,” tegasnya sekali lagi.

Verhagen menandaskan warga Ahmadiyyah di Belanda hidup bebas. “Mereka boleh membangun mesjid pertama di Belanda. Namanya masjid Mubarak,” tambahnya.
Verhagen menambahkan, warga Ahmadiyah di Belanda tidak dikejar atau diusik, karena mereka mematuhi hukum Belanda. “Kami mematuhi hukum negeri ini.”

Menurut Verhagen, warga Ahmadiyyah di Belanda diperbolehkan menerjemahkan dan menerbitkan buku dan melakukan kegiatan-kegiatan di mesjid.

Patuh pada pemerintah

Untuk memperkuat pendapatnya, Verhagen menyitir hadis (sebagaian menyebut ini hadits palsu) yang berbunyi; “Hubbul watan minal Iman” (mencintai tanah air adalah sebagian dari iman). Selain itu ia juga mengutip ayat al-Quran yang menyuruh umat menaati pemerintah atau Ulil Amri.

Tak lupa ia juga mengucapkan simpati pada Jemaat Ahmadiyyah di Indonesia  “Kami merasa simpati kepada mereka dan kami juga berdoa buat mereka,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Meski Salah Tembak, NATO Enggan Minta Maaf
Tulisan selanjutnya Lima Juta Penduduk Indonesia Pecandu Narkoba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?