Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uni Eropa Menahan Diri untuk Akui Oposisi Suriah

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 10 Oktober 2011 22:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Uni Eropa hari Senin (10/10/2011) menyambut pembentukan dewan oposisi Suriah yang diberi nama Dewan Nasional, sebagai “langkah maju yang positif.”

Sebuah pernyataan yang disetujui negara-negara Eropa dalam pertemuan di Luxembourg baru-baru ini, menghimbau masyarakat internasional untuk menyambut pembentukan Dewan Nasional oleh kelompok oposisi Suriah tersebut.

Meskipun menyambut pembentukan Dewan Nasional, Uni Eropa masih menahan diri untuk tidak segera mengakuinya, sebagaimana yang dilakukan atas oposisi di Libya.

“Menurut saya, kami konsisten ingin melihat perubahan signifikan di Suriah,” kata Catherin Ashton, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, sebagaimana dikutip Reuters.

Menteri Luar Negeri Inggris Willam Hague tidak langsung menjawab saat ditanya kapan Uni Eropa akan mengakui oposisi Suriah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, ia mengakui jika dirinya telah bertemu dengan sejumlah perwakilan oposisi dan terus menyeru agar pemerintah Suriah segera mengakhiri tindakan represifnya.

“Hal itu yang paling prioritas,” kata Hague.

Sementara itu Alain Juppe, menteri luar negeri Prancis, mengatakan bahwa negaranya ingin melakukan kontak dengan kelompok oposisi Suriah.

“Kami senang melihat oposisi telah terorganisir,” imbuhnya.

Ditanyai tentang pengakuan terhadap oposisi Suriah, Menteri Luar Negeri Swedia Carl Bildt berkata, “Kami bicara dengan mereka, seperti halnya kami bicara dengan banyak orang lainnya yang memiliki pengaruh di Suriah. Kami akan membicarakan itu lebih lanjut hari ini.”

Sedangkan Uri Rosenthal menegaskan perlunya Uni Eropa untuk memberikan sanksi terhadap Suriah, guna memaksa Presiden Bashar Al Assad turun.

Sejauh ini sanksi yang dijatuhkan Uni Eropa bekerja dengan baik. Dan jika memang diperlukan, Uni Eropa bisa menambah sanksi itu, kata menteri luar negeri Belanda itu.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidak Berkerudung, Paspor Wanita Iran Bisa Dicabut
Tulisan selanjutnya Al Qaidah Mengkonfirmasi Kematian Al Awlaqi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

Berita
20 Oktober 2026 13:59
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?