Hidayatullah.com–Sejumlah besar korban tewas terkena reruntuhan rumah-rumah yang hancur akibat gempa bumi hebat yang terjadi pada hari Minggu (23/10) pukul 10: 41 (GMT) di provinsi Van, di sebelah timur Turki dekat perbatasan ke Iran. Pada jam-jam pertama tim penyelamat menemukan sedikitnya 77 korban tewas dan lebih 1000 korban terluka. Demikian dilaporkan stasiun televisi Turki, yang dilansir Deutsche Welle (23/10/2011).
Pihak berwenang di Istanbul mengatakan, diperkirakan terdapat lebih dari 1000 korban tewas. Jerman dan berbagai negara lainnya telah menawarkan bantuan penyelamatan.
Pusat gempa terdapat di kedalaman lima kilometer di bawah desa Tabanli di provinsi Van. Kerusakan terberat terjadi di kota Ercis yang mencatat 80 bangunan ambruk. Demikian menurut keterangan pemerintah. Hingga tengah malam waktu setempat, sekitar 50 korban tewas ditemukan di Ercis. Rumah sakit pemerintah kota itu menyebutkan, sekitar 1000 korban cedera dilarikan ke RS. Para penduduk mengeluh bahwa pemerintah tidak bertindak segera.
Dengan bantuan sekop dan tangan, para warga berupaya menyelamatkan korban. Tim penanggulangan krisis pemerintah Turki menerangkan, sekitar 500 dokter darurat dan tim penyelamat diterbangkan dari seluruh pelosok Turki ke provinsi Van. Televisi Turki menayangkan video yang memperlihatkan orang-orang yang kepanikan dan berlarian di jalan-jalan. Sedangkan sejumlah video keamanan menunjukkan bangunan-bangunan kantor yang mebelnya tumpang tindih akibat guncangan. Juga tercatat gempa susulan, sementara suhu udara menjelang malam hari semakin menurun dan diprediksi akan melewati titik beku.
Turki memang berulang-ulang terkena gempa bumi hebat. Tahun 1976 sebuah gempa bumi hebat yang melanda provisinsi Van menewaskan hampir 4.000 orang. 92 persen lahan Turki berada pada wilayah gempa. Sekitar 95 persen orang Turki hidup di atas permukaan yang tidak stabil, juga sekitar 98 persen fasilitas industri, bendungan-bendungan terpenting negeri itu dan pembangkit-pembangkit tenaga listrik.
Gempa bumi tersebut juga dapat dirasakan di negara tetangga, Armenia. Di ibukota Eriwan, warga berlarian keluar rumah setelah terjadi guncangan-guncangan. Desember 1988, sekitar 20.000 orang tewas dalam gempa bumi dengan kekuatan 6, 8 yang terjadi di Armenia utara.*