Hidayatullah.com–Demokrasi adalah bid’ah, karena bertentangan dengan prinsip kepatuhan dalam kepemimpinan, sebagaimana yang dipakai setelah Nabi Muhammad wafat, di mana rakyat memilih kalifahnya satu kali dan tetap setia kepadanya. Begitu dikatakan para tokoh Partai An Nur dalam pertemuan umum di kota Giza.
Menurut partai bentukan kelompok Salafy Mesir itu, kampanye yang dilakukan oleh kelompok liberal Blok Mesir adalah kampanye “Zionisme” dan “Freemansory”.
“Kita harus menghapuskan liberalisme yang diperkenalkan oleh (Anwar) Sadat dan (Husni) Mubarak dan menempatkan kembali aturan Islam,” kata Shaaban Darwish, seorang anggota komite tertinggi partai tersebut, dikutip Al Mishry Al Yaum (08/12/2011).
“Orang-orang liberal telah melakukan korupsi dalam dunia politik selama 60 tahun terakhir,” imbuhnya. “Yang mereka inginkah adalah melindungi kepentingan mereka dengan orang-orang Amrika dan Arab.”
“Ketika kami berkuasa, kami akan membawa masuk banyak uang,” kata Darwish.
Sementara itu menurut kandidat partai Adel Azazy, hukum Islam yang diterapkan di Arab Saudi telah membantu mengurangi tingkat kriminalitas secara substansial.*