Hidayatullah.com–Lebanon dan Rusia mengumumkan, Selasa (21/2), bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam konferensi Kerabat Suriah yang dijadwalkan pada hari Jum’at depan di Tunisia. Sedangkan Cina dikabarkan masih dalam pertimbangan menerima undangan konferensi tersebut atau tidak. Demikian dilaporkan Al-Jazeera.
Beirut beralasan bahwa mereka tetap konsisten dengan kebijakan “menjauhkan diri” dari krisis di Suriah. Sementara itu Moskow menilai bahwa tujuan dari konferensi tersebut tidak jelas.
Keputusan Beirut tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Lebanon Adnan Mansur dalam wawancara via telpon dengan televisi Lebanon. Adnan mengatakan bahwa dirinya menerima undangan dari rekannya di Tunisia Rafik Abdus Salam, untuk berpartisipasi dalam Konferensi Internasional Kerabat Suriah pada 24 Februari mendatang.
Adnan menjelaskan, keputusan Lebanon tersebut mengikuti kebijakannya yang menjaga jarak dari krisis di Suriah. Lebanon sendiri telah menjauhkan diri dari semua keputusan Liga Arab terhadap Suriah.
“Sejalan dengan kebijakan menjauhkan diri tersebut, maka kami tidak dapat berpartisipasi dalam konferensi di Tunisia,” tuturnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, “Ini adalah sikap Lebanon, dan bukan sikap pribadi. Sikap kita jelas, yaitu tidak mau ikut campur dalam urusan Suriah dan urusan internal.”
Konferensi Kerabat Suriah yang dimotori oleh kekuatan Barat dan Liga Arab tersebut berusaha untuk mencapai kesepakatan internasional tentang cara mengakhiri kekerasan di Suriah. Selain itu juga untuk menekan Presiden Suriah Bashar Al-Assad mundur dari kekuasaannya.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton dijadwalkan juga akan hadir pada konferensi itu.*