Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pria Inggris Mengaku Jual Senjata Amerika ke Iran

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 3 November 2012 10:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pria warga negara Inggris mengaku bersalah atas dakwaan pengadilan Amerika Serikat yang mengatakan bahwa dirinya berusaha membeli rudal dari seorang agen intelijen AS yang menyamar dan menjualnya kembali ke Iran.

Dilansir Aljazeera (2/11/2012), pengakuan bersalah itu merupakan hasil kompromi dengan pengadilan AS sehingga dia hanya terancam tiga tahun penjara dengan masa kurungan sebagian besar dapat dijalani di negara asalnya, Inggris.

Christopher Tappin, 66, didakwa pengadilan Amerika Serikat melakukan konspirasi untuk melakukan ekspor produk-produk pertahanan secara ilegal, membantu dan bersekongkol dalam ekspor barang pertahanan ilegal, serta melakukan konspirasi dalam tindak kejahatan transaksi keuangan ilegal.

Berdasarkan hasil kesepakatan, Tappin hanya akan dituntut hukuman 33 bulan penjara, dan denda USD11.357 atau sebesar keuntungan yang diperkiraka akan didapatnya jika berhasil menjual komponen rudal ke Iran. Selain itu, kejaksaan AS juga sepakat tidak akan menentang permintaan Tappin agar dipindah ke penjara Inggris.

Vonis Tappin akan ditetapkan hakim distrik David Briones pada 9 Januari tahun depan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pensiunan pengusaha Inggris tersebut sebelumnya tinggal di kawasan elit pusat kota Houston, AS, setelah dibebaskan dengan uang jaminan USD1 juta pada bulan April lalu.

Menurut keterangan pengacaranya usai sidang, kehidupan Tappin selam enam bulan terakhir di Amerika sangat menyenangkan meskipun jauh dari keluarga. Tappin main golf setiap hari dan berkenalan dengan teman-teman baru.

Dalam berkas dakwaan yang diajukan kejaksaan federal AS tahun 2007 disebutkan, salah seorang terdakwa pelaku pembantu tindak kriminal yang dilakukan Tappin memberikan data komputer yang menunjukkan bahwa Tappin bermaksud untuk menjual perangkat senjata anti rudal dari darat ke udara kepada sebuah perusahaan di Teheran, Iran. Disamping itu, Tappin dan rekannya tersebut di masa lalu juga pernah menjual teknologi pertahanan Amerika ke Iran.

Tahun 2006, rekan Tappin bernama Robert Gibson menghubungi sebuah perusahaan samaran guna membeli senjata anti rudal darat-udara Hawk. Negosiasi dengan perusahaan samaran itu berakhir dengan penangkapan Gibson oleh pihak imigrasi dan duane.

Pemerintah Amerika menuduh Tappin memberikan dokumen palsu kepada agen intelijen yang menyamar dalam transaksi jual-beli senjata itu.

Sebelum dicapainya kesepakatan dengan pihak pengadilan tersebut, Tappin selama dua tahun berjuang agar diekstradisi ke Inggris, namun selalu ditolak.

Terkait kasus ini Gibson, yang juga merupakan warga Inggris, divonis 24 bulan penjara pada tahun 2007. Sementara pria warga Oregon, AS, bernama Robert Caldwell dibui selama 20 bulan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikainggrisiranold migratesenjata
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ambon, Bali dan Densus: The End of Indonesia?
Tulisan selanjutnya Pro Kontra Pengawalan Pimpinan Al Ikhwan Saat Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?