Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rabi: Zionis Harus Belajar dari Suriah Cara Menjagal Musuh

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 21 November 2012 10:39
Bagikan
Rabi Yaakov Yosef.
Bagikan

Hidayatullah.com—Tentara Israel harus belajar dari Suriah bagaimana “menjagal dan menghancurkan musuh” kata rabi Yaakov Yosef, putra rabi Ovadia Yosef mantan kepala rabi Zionis dan tokoh spiritual partai Yahudi orthodoks Shas.

Menurut laporan Jewish Voice (Hakol Hayehudi) yang dikutip jurnalis Electronic Intifada Ali Abunimah, Yaakov Yosef hari Ahad (18/11/2012) menyampaikan ceramah di Cave of Patriarchs di Hebron. Dalam ceramahnya dia antaranya lain mengatakan, “Kami memberkati para serdadu dan berdoa agar mereka mendapat ketengangan dan pulang dengan damai.” Tidak lama setelah itu dia berkata bahwa IDF (tentara Zionis) harus belajar dari [rezim-red] Suriah “bagaimana menjagal dan menghancurkan musuh.”

Menurut laporan media Zionis tersebut, Yaakov Yosef menyampaikan hal yang sama dalam ceramahnya di Al Quds (Yerusalem) pekan lalu.

Yaakov Yosef sebelumnya pernah ditahan aparat Israel dengan tuduhan menyulut kebencian, terkait dengan pernyataannya di berbagai tempat dan persetujuannya atas buku Torat Hamelech yang membahas ‘halakha’ (hukum untuk Yahudi berdasarkan Torah) yang dikenal sangat keras.

Pesan kebencian yang disebarkan oleh para tokoh agama Yahudi Israel bukan barang baru dan kerap dilakukan. Contohnya seperti apa yang dilakukan oleh rabi Shmuel Eliyahu. Eliyahu adalah kepala rabi Safad yang gajinya dibayar pemerintah Zionis. Dia memiliki sejarah panjang yang terdokumentasi terkait pemikiran rasisnya yang sangat ekstrim dan menyeru dilakukannya kekerasan atas orang Palestina.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada tahun 2007, Eliyahu mengajak Israel “membunuh satu juta” orang Palestina agar tembakan roket dari Gaza berhenti. Ironisnya, pada bulan Juni kemarin, Shmuel Eliyahu ditunjuk duduk dalam komite penasehat Magen David Adom, organisasi kemanusiaan yang kerja dan fungsinya mirip Palang Merah dan berafiliasi dengan ICRC.

Ayah Shmuel Eliyahu, rabi Mordechai Eliyahu, saat masih hidup pernah mengeluarkan putusan bahwa “sama sekali tidak ada larangan moral dalam pembantaian warga sipil,” dan oleh karenanya membunuh rakyat sipil Palestina adalah halal bagi Yahudi.

Tahun 2001, rabi Ovadia Yosef yang menjadi inspirasi dan panutan putranya rabi Yaakov Yosef, dikenal dengan pernyataannya yang menyebut bangsa Palestina sebagai “ular” yang secara efektif harus dibasmi.

“Dilarang untuk mengasihi mereka [orang Palestina]. Kalian harus mengirimkan misil-misil kepada mereka dan memusnahkan mereka. Mereka adalah setan dan terkutuk,” kata Ovadia Yosef.

Hal serupa dilakukan oleh para pejabat Israel, yang selalu menyuarakan kekerasan seiring dengan memanasnya situasi di Gaza yang telah menelan banyak nyawa.

Avi Ditcher, menteri pertahanan dalam negeri Zionis, menyeru agar Gaza “diformat ulang” atau dengan kata lain dibersihkan sebersih-bersihnya seperti hard drive komputer. Hanya saja, Israel harus membersihkan bangsa Palestina dengan menggunakan bom.

Menteri Transportasi Israel Katz menyeru negara Israel untuk membom Gaza dengan sangat keras, sehingga penduduknya melarikan diri ke Mesir dan Israel harus memutus jaringan air dan listrik ke wilayah Palestina di pesisir pantai itu.

Eli Yeshai, menteri dalam negeri dan ketua Partai Shas, mengatakan bahwa tujuan dari serangan Zionis atas Jalur Gaza sekarang ini adalah untuk “mengirim Gaza kembali ke masa Abad Pertengahan.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateyahudiZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemurtadan Merebak, FKOI Pas-Bar Demo Bupati
Tulisan selanjutnya “Arab Berubah, Kami Tak Terkejut Jadi Sasaran Pembunuhan, Al-Quran Mengabarkan Itu”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?