Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Libya Larang Petinggi Era Qadhafi Menjabat Lagi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Mei 2013 10:27 10:27 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Mei 2013 10:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Parlemen Libya telah sepakat untuk melarang siapa saja yang pernah menjadi pejabat tinggi selama 42 tahun rezim Muammar Qadhafi untuk menduduki jabatan di pemerintahan lagi.

Para politisi Libya memperdebatkan masalah ini selama berbulan-bulan. Namun, isu ini kembali mengemuka setelah pekan kemarin kelompok-kelompok bersenjata menduduki dua kantor kementerian dan institusi pemerintah lain, termasuk lembaga penyiaran.

Rancangan undang-undang yang nantinya akan menjadi undang-undang tersebut bakal mendongkel sejumlah pejabat pemerintah saat ini, meskipun mereka dulu ikut menentang dan menggulingkan Muammar Qadhafi.

Perdana menteri Libya saat ini, Ali Zeidan, di antara pejabat tinggi yang potensial kena gusur. Pasalnya, Zeidan pernah menjadi seorang diplomat pada masa pemerintahan Qadhafi meskipun dia kemudian membelot dan lari ke pengasingan pada tahun 1980.

Namun, jurubicara parlemen mengatakan, bagaimana peraturan itu akan dilaksanakan akan diputuskan oleh sebuah komite di parlemen.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Tidak adil terhadap segelintir orang lebih baik daripada mengorbankan seluruh obyek hukum,” kata salah seorang dari ratusan demonstran yang merayakan diloloskannya rancangan undang-undang tersebut, lansir Aljazeera Ahad (5/5/2013).

Meskipun RUU itu diloloskan oleh 164 suara dan hanya 4 suara yang menentang, namun banyak anggota Kongres Libya kesal dibuatnya. Sebab, selain melarang mantan pejabat era Qadhafi duduk kembali di pemerintahan, peraturan itu juga melarang mereka menjadi anggota partai apapun, menjadi pejabat di perusahaan-perusahaan plat merah, di perguruan-perguruan tinggi dan juga lembaga kehakiman.

“Ini hukum yang sangat tidak adil dan ekstrim, tapi kami memerlukannya demi mengutamakan kepentingan nasional guna menyelesaikan krisis,” kata Tawfiq Breik, jurubicara blok liberal Aliansi Kekuatan Nasional, koalisi terbesar dalam parlemen Libya.

Para diplomat yang mewakili Tripoli mengeluhkan RUU itu. Sementara sebuah kelompok HAM meminta parlemen menolak peraturan tersebut.

Para anggota Kongres mengatakan, peraturan itu bisa jadi melibas sekitar 40 dari 200 anggota parlemen, termasuk Muhammad Magarief, ketua parlemen, yang mengasingkan diri tahun 1980-an setelah menjadi seorang duta besar di bawah pemerintahan Qadhafi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Penistaan Martabat Perempuan”
Tulisan selanjutnya Jerry D Gray: Amerika Negara Paling Tidak Sehat di Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?