Hidayatullah.com–Ratusan ribu orang secara di beberapa daerah turun ke jalan menyuarakan penolakannya terhadap kudeta militer pimpinan Jenderal Abdul Fatah al Sisi pada hari Jumat, (30/08/2013).
Demonstrasi yang berlangsung usai shalat Jumat ini merupakan demo yang kesekian kali semenjak Jenderal Abdul Fattah As-Sisi mendekap mantan Presiden Mohammad Mursy pada 3 Juli 2013 lalu.
Seperti sebelumnya, militer melawan demonstran dengan melepaskan tembakan gas dan peluru untuk membubarkan demonstran dari kelompok Al Ikhwan al Muslimun.
TV Aljazeera menyebutkan 5 orang meninggal dan puluhan orang luka-luka. Sedangkan Mentri Kesehatan Mesir menyebutkan, 3 orang meninggal sedang 36 luka-luka.
Bentrokan juga terjadi di daerah Muhandisin, Kairo antara demonstran dari Gerakan Kemerdekaan dan aparat kemanan. Bentrokan menyebabkan 6 orang demonstran meninggal dunia.
Aparat juga menangkap ratusan demonstran di kota-kota terpisah di Mesir dalam usaha membubarkan iring-iringan demonstran.
Aksi hari Jum’at yang diberi nama Jum’at Al-Hasmu (Jumat Penuntasan), merupakan puncak dari demonstrasi yang berlangsung setiap hari selama seminggu terakhir yang mereka namakan, “Ahad Rakyat Menuntut Revolusi Mereka Kembali”.
Kali ini, beberapa kelompok ikut bergabung dalam aksi. Antara lain, Persatuan Aliansi Pembela Syar’iyyah, Pemuda 6 April, Gerakan Kemerdekaan, dan kelompok-kelompok masa lainnya.
Selain membawa foto Muhammad Mursy, demonstran juga membawa poster bergambar lambang empat jari menuntut keadilan terhadap ‘pembersihan’ di Rabiah.
Sementara itu, diperkirakan 150 ribu tersebar di lokasi-lokasi lain seperti; Jami’ah Daulah Al-Arabiyyah, Iskandariah, Asyut, Madinat Nasr, Jizah, Dimyat, Munufiyyah, Isma’iliyyah, Zaqaziq, Shalah Salim, Zaitun, dan lainnya, lansir Aljazeera.s
Dan seperti biasanya, media-media Mesir termasuk Al-Misru Al-Youm mengabarkan demonstrasi hari Jum’at ini hanya berjumlah ratusan saja. Begitupun dengan Chanel TV An-Nahar, yang hanya menampilakan ratusan demonstran di layar kaca mereka.
Sementara dalam pantauan hidayatullah.com, dalam 3 minggu terakhir ini, khutbah shalat Jum’at di Masjid Al-Azhar dan beberapa masjid lainnya di daerah Ad-Darbul Ahmar, Kairo, mengangkat tema yang sama yaitu seputar kemuliaan jiwa seorang manusia, dan kecaman keras Islam terhadap pertumpahan darah.
“Marilah kita lihat bagaimana Allah menjaga darah seorang manusia tanpa membedakan apakah dia beriman ataukah tidak, Islam kah agamanya atau bukan, Allah berfirman; Barangsiapa yang membunuh satu jiwa (saja) tanpa jiwa (hak/ alasan syar’I), atau membuat kerusakan di atas muka bumi, maka dia sekan telah membunuh seluruh manusia.” jelas khatib Jum’at (30/08/2013) di Masjid Al Azhar mengutip Surat Al-Maidah: 32.*/Rizky U (Mesir)