Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Mesir Bentuk Tim Pencari Fakta Kekerasan Pasca 30 Juni

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Desember 2013 11:17 11:17 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Desember 2013 11:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden sementara Mesir Adly Mansour hari Ahad (22/12/2013) mengumumkan pembentukan komite pencari fakta guna menyelidiki tindak kekerasan yang terjadi menyusul aksi protes massa 30 Juni.

Pengumuman itu disampaikan Mansour di sela-sela pertemuan dengan sejumlah faksi politik guna mendiskusikan peta transisi nasional.

Jurubicara Partai Konstitusi Liberal Khalid Dawud kepada Ahram Online mengatakan, pembentukan komite itu diumumkan Mansour setelah Dawud dalam pertemuan tersebut berbicara tentang pentingnya penegakan hukum dengan menyelidiki kasus-kasus kekerasan yang terjadi pasca kudeta 3 Juli, termasuk kasus pembubaran kamp demonstrasi pro-Mursy di Rabaa Al-Adawiya.

Lebih dari 1.000 orang warga dan 100 anggota keamanan dilaporkan tewas akibat kerusuhan dan bentrokan yang terjadi di Mesir sejak kudeta bulan Juli.

Awal September, kabinet Mesir menugaskan Dewan Nasional untuk Hak Asasi Manusia mengumpulkan dan mencatat data berbagai peristiwa pelanggaran HAM yang terjadi menyusul pelengseran Muhammad Mursy.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Dawud, tim pencari fakta yang diumumkan Mansour kemarin itu lebih resmi dibanding Dewan HAM yang tidak memiliki wewenang yudisial.

Dawud merupakan mantan jurubicara kelompok anti-Mursy, Front Penyelamatan Nasional. Dia keluar dari FPN pertengahan Agustus lalu, karena tidak sepaham dengan kelompok itu yang mendukung tindak kekerasan dalam pembubaran dua kamp demonstrasi pro-Mursy.

Ironisnya, bulan Oktober Dawud justru diserang oleh orang-orang pendukung Mursy yang menusuknya di dada dan tangan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peringati Hari Ibu, Perempuan Indonesia di Malaysia Gelar Bedah Buku
Tulisan selanjutnya Belajar dari Nenek Yusuf dan Kegigihan Para Wanita Pengejar Ilmu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?