Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Layani Warga Lokal, Resto Prancis di Islamabad Diprotes Massa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Januari 2014 21:54 9:54 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Januari 2014 21:54
Bagikan
Philippe Lafforgue di restorannya La Maison.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah restoran Prancis di kota Islamabad terpaksa ditutup oleh polisi, menyusul gelombang protes warga karena rumah makan itu menolak melayani orang Pakistan.

Restoran La Maison yang dikelola Philippe Lafforgue mengatakan, pihaknya menggunakan alkohol dan makanan tidak halal sehingga tidak dapat melayani pembeli lokal, lansir Euronews (7/1/2014).

Kebijakan rumah makan Prancis itu mengundang kemarahan warga di media sosial, setelah jurnalis Pakistan Cyril Almeida menyoroti masalah itu. Dengan menggunakan hashtag #NoToApartheid di Twitter Almeida mempermasalahkan La Maison yang tidak melayani pembeli lokal.

Khawatir kemarahan warga di dunia maya menjadi kenyataan di dunia nyata, polisi akhirnya menutup restoran itu.

Lafforgue dalam suratnya ke Almeida mengatakan, “Saya katakan kepada Anda, tidak mungkin membuka sebuah tempat untuk publik sementara kami menyajikan makanan tidak halal. Saya tidak bisa mengubah resep makanan Prancis. Oleh karena itu kami akan tetap pada kebijakan kami. Setiap orang dipersilahkan datang termasuk orang-orang Pakistan yang memiliki kewarganegaraan ganda. Saya tidak ingin menyinggung sensitifitas orang-orang Muslim. Apa yang Anda sebut diskriminasi, saya menyebutnya rasa hormat.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lafforgue membuka restorannya di jantung ibukota Pakistan sejak bulan Oktober 2013 dengan kapasitas 20 meja dan kebijakan kontroversial.

“Itu bukan soal diskriminasi. Itu soal sensitifitas budaya. Bagaimana bisa saya menyediakan babi dan minuman keras kepada orang Pakistan tanpa menimbulkan masalah? Oleh karena itu saya membuat sebuah aturan: Orang lokal dilarang masuk,” kata Lafforgue dikutip NBC News.

Sebagai orang asing, Lafforgue mengklaim dia mendapatkan izin menyediakan minuman beralkohol hanya untuk non-Muslim. Tetapi dia juga mengakui tidak ada peraturan yang memperbolehkan dirinya melarang orang-orang Pakistan masuk atau makan di restorannya.

Lafforgue merasa punya hak untuk menolak menghidangkan alkohol kepada pelanggan Muslim, sebagaimana yang dilakukan oleh banyak hotel lokal. Tetapi dia membantah melarang orang Pakistan masuk sepenuhnya. Bartender dan chef rumah makannya bahkan orang Pakistan.

Pria Prancis itu mengaku bisa saja membuka restorannya untuk orang Pakistan dan menghidangkan mereka minuman beralhokol yang jelas-jelas akan menghasilkan laba banyak. Tetapi untuk itu dia harus menyogok polisi, sebuah tindakan yang tidak ingin dilakukannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IPPNU Sayangkan Masih Ada Sekolah Melarang Jilbab
Tulisan selanjutnya PM Ismail Haniyah Maafkan Anggota Fatah dan Bolehkan Kunjungi Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

Berita
20 Oktober 2026 21:55
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS

Terbaru

  • Bandara Riyadh Kembali Melayani Penerbangan Internasional
  • Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah
  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat
  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?