Hidayatullah.com—Pemilik klub bola basket profesional Los Angeles Clippers dilarang menggeluti dunia bisnis cabang olah raga itu seumur hidup oleh National Basketball Association (NBA), setelah mengeluarkan perkataan rasis.
Dalam konferensi pers hari Selasa (29/4/2014), komisioner NBA mengatakan bahwa opini penuh kebencian yang diutarakan Sterling tidak punya tempat di NBA. Dan semakin buruk, sebab pernyataan rasis itu keluar dari seorang pemilik klub profesional NBA.
Komisioner NBA Adam Silver mengatakan, Donald Sterling akan dipaksa untuk menjual seluruh asetnya di klub LA Clippers yang dimilikinya sejak 1981. Dan liga akan menghukumnya dengan denda maksimum US$2,5 juta, lansir BBC.
Masalah mencuat hari Jumat lalu setelah situs berita para pesohor dunia TMZ mempublikasikan rekaman suara berdurasi 10 menit, yang diyakini berisi pembicaraan antara Sterling –yang merupakan seorang pria kulit putih– dengan pacarnya bernama V Stiviano.
Suara pria dalam rekaman tersebut memprotes tindakan si wanita yang mengunggah foto-foto dirinya bersama teman-temannya yang berkulit hitam saat menonton pertandingan LA Clippers.
“Itu sangat menggangu saya sekali jika kamu ingin menunjukkan kedekatanmu dengan orang-orang kulit hitam. Apa kamu harus melakukan itu?” kata suara pria.
“Sedikit yang saya minta, jangan memamerkannya … dan jangan memngajak mereka ke pertandingan-pertandingan [klub] saya,” imbuhnya.
Hari Selasa Silver mengatakan bahwa Sterling mengakui suara dalam rekaman itu adalah dirinya.
Tidak jelas bagaimana pembicaraan itu bisa terekam.
Setelah isi pembicaraan bocor, Sterling kontan mendapat hujan kecaman dari banyak pihak, termasuk para penggemar olahraga bola basket.
Pemain LA Clippers, yang terdiri dari orang kulit hitam dan putih, melancarkan protes menjelang pertandingan hari Minggu kemarin dengan mengenakan seragam secara terbalik, agar nama klubnya tidak terbaca.
Silver mengatakan, Sterling akan dilarang menggeluti bisnis di seluruh klub bola basket yang ada. Dia juga dilarang menghadiri latihan atau pertandingan-pertandingan yang diselenggarakan klub NBA.
Denda jutaan dolar yang harus dibayar Sterling akan disumbangkan ke organisasi-organisasi yang melawan rasisme, kata Silver.
Earvin Magic Johnson, mantan bintang NBA berkulit hitam, lewat akunnya di Twitter memuji kepemimpinan Silver sebagai komisioner NBA yang dinilainya telah bertindak tegas.*