Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB : Sepertiga Rakyat Sudan Selatan terancam Kelaparan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Mei 2014 07:05 7:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Mei 2014 07:05
Bagikan
Orang kelaparan di Sudan.
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari sepertiga penduduk Sudan Selatan atau sekitar empat juta orang terancam kelaparan hingga akhir tahun ini akibat kemelut di negara termuda di dunia itu, kata pejabat PBB, Selasa.

Bentrokan pemberontak dengan pasukan pemerintah menghancurkan pasar dan memaksa rakyat meninggalkan ternak serta ladang mereka, kata petugas bantuan kemanusiaan.

“Kami kehabisan waktu. Para petani seharusnya menanam tanaman mereka sekarang,” kata Valerie Amos, koordinator bantuan kemanusiaan PBB dalam konferensi pendonor di Oslo.

“Jika tidak, dan jika peternak tidak bisa membawa ternaknya ke padang rumput, mereka akan kehabisan makanan,” katanya dikutip Antara dari Reuters,  Selasa, (20/05/2014).

Kekerasan meletus di negara penghasil minyak itu pada Desember menyusul perebutan kekuasaan antara Presiden Salva Kiir dan mantan wakilnya Riek Machar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ribuan orang tewas dalam kekerasan berlatar belakang etnis itu, yang seringkali menghadapkan warga suku Dinka asal Presiden Kiir melawan suku Nuer yang merupakan suku asal Machar.

Kedua tokoh yang mendapat tekanan dari Barat maupun dari kawasan untuk mengakhiri konflik itu, menandatangani gencatan senjata awal bulan ini.

Namun kesepakatan itu tidak bertahan lama dan asisten direktur eksekutif Badan Pangan Dunia (WFP) Elisabeth Rasmusson mengatakan ia mendapat laporan adanya bentrokan baru di kota Malakal pada Senin malam.

“Kami rasa hingga akhir tahun ini, 1,5 juta orang akan terusir dari rumahnya, 850 ribu mengungsi dan empat juta orang terancam kelaparan,” kata koordinator kemanusiaan PBB di Sudan Selatan, Toby Lanzer di sela-sela konferensi tersebut.

Sudan Selatan merdeka dari Sudan pada 2011. Kemelut di negara itu telah mengurangi produksi minyak yang merupakan komoditas penting bagi perekonomian negara.

Pejabat PBB di Oslo mengatakan mereka membutuhkan bantuan senilai 1,8 miliar dolar AS, lebih tinggi dari data sebelumnya sebanyak 1,3 miliar dolar AS.

Pada Selasa, negara-negara donor termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Norwegia, sepakat untuk memberi bantuan lebih dari 600 juta dolar AS, selain 536 juta dolar komitmen bantuan yang telah ditetapkan.

Kekerasan di negara itu mengganggu penanaman sorghum, jagung, dan kacang tanah serta memaksa peternak meninggalkan ternak mereka atau membawanya ke kawasan yang gersang.

“Semua ini menambah tekanan bagi kehidupan warga,” kata Lanzer. “Pesan terbesar yang saya dapat dari Sudan Selatan adalah beri saya perdamaian selama sebulan supaya bisa bercocok tanam dan menjaga ternak saya,” katanya.

Para pedagang Ethiopia, Kenya dan Uganda yang banyak menguasai perdagangan di pasar lokal juga sudah lari, katanya, demikian Reuters.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kelaparanPBB
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Michdan: Senkom Topeng LDII Itu Positif
Tulisan selanjutnya Perusahaan Belanda Tak Lagi Diterima di Arab Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?