Hidayatullah.com|Sahabat al Aqsha |Al-Monitor–Pada 19 November 2012 malam, sebuah bom dijatuhkan oleh pesawat penjajah zionis ‘Israel’ ke kamp pengungsi Jabaliya dan menghancurkan rumah keluarga Hijazi. Fouad Hijazi dan kedua anak balitanya (Mohamed dan Sohaib) terbunuh dalam serangan tersebut. Bom tersebut juga melukai Amna, istri Fouad, dan anak-anak mereka yang lain.
Seorang fotografer Swedia, Paul Hansen, mendokumentasikan proses ketika kedua jenazah anak Fouad dibawa ke tempat mereka akan dimakamkan. Foto tersebut memperlihatkan para lelaki yang menangis saat menggendong kedua anak tersebut yang telah dikafani dengan kain putih. Hanya wajah Mohamed dan Sohaib yang terlihat di foto yang memenangkan penghargaan World Press Photo 2012 itu.
Foto yang diambil Hansen diberi keterangan: “Ada setidaknya 33 anak tewas dari 165 korban meninggal dari warga Palestina dalam serangan ‘Operasi Pilar Pertahanan’ penjajah tahun lalu. Beberapa rudal dan bom ‘Israel’ menyerang warga sipil dan obyek sipil, seperti rumah dan kebun pertanian, tanpa alasan yang jelas.”
Pada 18 November 2012, sehari sebelum serangan terhadap keluarga Hijazi, sebuah serangan bom penjajah pun menewaskan 12 warga Gaza. Bom tersebut meratakan rumah tiga lantai milik keluarga Dalu, menewaskan sepuluh anggota keluarga dan dua tetangganya.
Tidak ada yang tahu mengapa keluarga Dalu menjadi target serangan penjajah. Investigasi kelompok hak asasi manusia mengungkapkan, tidak ada bukti bahwa serangan tersebut beralasan militer. Padahal, menurut hukum internasional, individu yang terlibat dalam serangan terhadap warga atau fasilitas sipil harus bertanggung jawab atas kejahatan perang.
Hingga saat ini, Gaza masih belum pulih dari tragedi serangan penjajah. Apa yang tertangkap oleh kamera Hansen hanyalah satu dari jutaan kisah menyedihkan lainnya akibat serangan penjajah terhadap rakyat Palestina. *