Hidayatullah.com—Raksasa farmasi asal Inggris GlaxoSmithKline (GSK) mengkonfirmasi keberadaan rekaman video seks mantan bos perusahaannya di China, dalam kaitannya dengan kasus suap yang dilakukan GSK kepada para dokter di China agar menggunakan obat-obatan produksi perusahaannya untuk pasien.
Adegan seks yang direkam secara rahasia antara bekas pimpinan GSK China Mark Reilly dengan pacarnya seorang wanita China dikirimkan ke para pejabat senior GSK pada bulan Maret 2013.
Reilly merupakan terdakwa dalam kasus suap terhadap para pejabat rumah-rumah sakit di China agar menggunakan produk-produk GSK.
Dilansir BBC (30/6/2014) yang mengutip laporan Telegraph dan Financial Times, GSK dikabarkan meminta Reilly untuk menyewa Peter Humprey, seorang penyelidik yang berbasis di China untuk menelusuri asal-muasal video seks itu.
Namun, Humprey tidak bisa menemukan siapa orang yang memasang kamera di kamar tidur Reilly.
Humprey dan istrinya yang berkewarganegaraan Amerika Serikat, Yu Yingzeng, ditangkap aparat China Agustus 2013.
Menurut media pemerintah Beijing, pasangan itu menjual informasi pribadi orang kepada kliennya melalui perusahaan-perusahaan riset.
Pihak berwenang China melakukan penyelidikan atas GSK Jul 2013 dalam kasus dugaan suap dan menahan 4 petinggi GSK cabang China.
Saat penyelidikan itu dimulai, China menuding GSK menggunakan agen-agen perjalanan dan perusahaan konsultasi untuk menyalurkan suap kepada para dokter senilai 3 milyar yuan (sekitar US$ 489 juta atau 5,8 trilyun rupiah) sejak tahun 2007.
GSK telah meminta maaf atas tindakan pegawainya di China yang disebutnya bertindak di luar kendali. Namun GSK membantah besaran suap yang telah dikeluarkannya sebagaimana yang disebutkan pihak berwenang China.
Raksasa perusahaan obat-obatan asal Inggris itu juga sedang menghadapi penyelidikan kriminal serupa di Polandia.*