Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Punya Rencana Baru di Timur Tengah, Amerika Serikat Menyulut Demonstrasi Anti-Mubarak 2011

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Agustus 2014 08:31 8:31 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Agustus 2014 08:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Habib Al-Adly, menteri dalam negeri era pemerintahan Husni Mubarak, mengatakan bahwa Amerika Serikat berada di balik aksi demonstrasi massa menentang pemerintahan Mubarak pada tahun 2011, sebagai bagian dari “rencana baru di Timur Tengah”.

Hal itu dikatakan Al-Adly saat bersaksi dalam persidangannya di Kairo hari Sabtu (9/8/2014), sebagai terdakwa dalam kasus kematian demonstran 2011 bersama enam orang lainnya, serta Husni Mubarak dan kedua putranya, lapor Ahram Online.

Al-Adly mengatakan bahwa ada dua bagian dalam rencana baru Amerika Serikat di Timur Tengah tersebut. Bagian pertama, yaitu mendekati para pemimpin di Timur Tengah dengan model demokrasi dan bantuan finansial untuk mewujudkan demokrasi itu. Jika para pemimpin Timur Tengah itu menolak, kata Al-Adly, maka Amerika Serikat akan menuding mereka sebagai diktator.

Bagian kedua, mendekati para pemuda di Timur Tengah dan memobilisasinya dengan cara mengajarkan demokrasi kepada mereka dan mengajarkan bagaimana cara menuntut hak-hak mereka, menuntut demokrasi dan bagaimana melakukan revolusi menentang pemerintah yang sedang berkuasa, imbuh Adly.

Lebih lanjut Al-Adly mengatakan, Amerika Serikat melatih para pemuda di Mesir dari kalangan oposisi seperti Kefaya, Gerakan Pemuda 6 April dan pemuda Al-Ikhwan Al-Muslimun di Qatar serta negara-negara Arab lain, untuk “belajar tentang demokrasi”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mantan menteri dalam negeri itu mengatakan bahwa pada 25 Januari 2011, hari pertama demonstrasi massa yang akhirnya meruntuhkan pemerintahan Husni Mubarak, polisi menggunakan air dan gas air mata untuk membubarkan para demonstran.

Di Suez, unjuk rasa diubah menjadi “neraka”, di mana para demonstran membakar kantor-kantor polisi guna “memungkinkan elemen asing masuk” ke dalam wilayah Mesir pada 27 Januari. “Elemen asing” itu akhirnya tiba di Kairo, menurut Adly, pada tanggal 28 Januari 2011.

Al-Adly mengatakan bahwa kementerian dalam negeri ketika itu melakukan penyadapan percakapan telepon di Mesir. Hal itu juga dilakukan oleh lembaga intelijen Mesir.

Meskipun demikian, kata Al-Adly, penyadapan itu dilakukan hanya intuk memantau teroris, mata-mata, pengedar narkoba dan “orang-orang yang menginginkan Mesir hancur.”

Selain itu, Al-Adly mengklaim ada sebagian polisi Mesir yang memberikan senjata mereka ke polisi Palestina, yang kemudian menggunakannya untuk membunuh demonstran di Mesir dan menjebak polisi Mesir.

Al-Adly, yang mengaku melakukan tugasnya sebaik mungkin, mengatakan bahwa dia tidak memberikan perintah kepada polisi untuk mundur ketika unjuk rasa besar itu terjadi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belum Dilantik, Twitter Erdogan Pasang Status sebagai Presiden Turki
Tulisan selanjutnya Kisah Muhamad, Anak yang Dibuat Buta oleh Penjajah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?