Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Instruktur Menembak Tewas di Tangan Gadis Usia 9 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2014 21:41 9:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Agustus 2014 21:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang gadis kecil berusia 9 tahun menembak mati seorang instruktur menembak di lapangan tebak gurun Arizona, kata polisi.

Gadi belia itu menembakkan senjata api Uzi 9mm yang dipegangnya sehingga mengenai Charles Vacca di lapangan tembak terbuka Last Stop, lapor sejumlah media dikutip Euronews.

Seorang petugas dari kantor sheriff Mohave County mengatakan Vacca meninggal di rumah sakit pada hari Senin (25/8/2014).

Sheriff Jim McCabe mengatakan kepada Las Vegas Review Journal bahwa senjata api itu meletus ketika gadis kecil tersebut menarik pelatuknya. Peluru melesat ke arah atas kepala anak perempuan itu lalu mengenai instruktur menembak berusia 39 tahun tersebut.

“Pria itu langsung ambruk,” kata McCabe, seraya menambahkan bahwa korban terkena sedikitnya satu tembakan di kepala.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut koran itu, gadis kecil tersebut berhasil melepaskan sejumlah peluru 9mm dari Uzi yang disetel dalam posisi “tembakan tunggal”, sebelum Vacca kemudian mengubahnya setelannya menjadi “otomatis penuh”.

Last Stop merupakan sarana latihan menembak yang menawarkan atmosfer medan tempur di daerah gurun yang dinamai “Desert Storm”. Di tempat itu pengunjung dapat menjelajahi area seluas 30 acre, di antaranya berupa lapangan tembak privat dengan instruktur bekas anggota militer. Anak-anak diperbolehkan masuk ke tempat itu jika sudah berusia 8 tahun ke atas dan mereka yang berusia di bawah 18 tahun wajib didampingi salah satu orangtua atau walinya sepanjang waktu.

Last Stop mempersilahkan para pengunjungnya untuk mencoba menembak dengan senjata semi otomatis, otomatis penuh dan bahkan senapan mesin.

Menurut sheriff setempat, Vacca meninggal hanya beberapa jam setelah diangkut dengan helikopter ke University Medical Center di Las Vegas, Nevada.

Petugas mengatakan anak perempuan itu berada di lapangan tembak bersama kedua orangtuanya.

Belum ada gugatan hukum yang dilayangkan terkait peristiwa itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Naik Jet Pribadi Suryo Paloh, Jokowi bertemu SBY
Tulisan selanjutnya Australia Klaim 15 Warganya Tewas Ikut Perang di Suriah dan Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi

Berita
21 Juli 2026 19:08
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?