Hidayatullah.com–Kepolisian Mesir hari Rabu (27/8/2014) mengatakan bahwa otak di belakang kelompok bersenjata di Kairo selatan adalah menantu dari petinggi Al-Ikhwan Al-Muslimun nomor dua, Khairat Al-Shater, lansir Ahram Online.
Dalam pernyataan yang dirilis kepolisian, jurubicara Kementerian Dalam Negeri Mesir Hani Abdul-Latif mengatakan bahwa kelompok bersenjata yang bernama Brigade Helwan –mengambil nama dari sebuah distrik di daerah Kairo selatan– merupakan bagian dari “organisasi teroris Al-Ikhwan” dan dibentuk oleh Ayman Abdul-Ghani, menantu dari Khairat Al-Shater.
Al-Shater merupakan wakil dari ketua Al-Ikhwan dan seorang pengusaha sukses. Dia saat ini mendekam dalam tahanan terkait sejumlah dakwaan.
Pernyataan yang dimuat di laman resmi Kementerian Dalam Negeri Mesir di Facebook mengatakan bahwa Abdul-Ghani memilih distrik Helwan, Ain Shams dan Matariya sebagai tempat untuk merencanakan dan melancarkan serangan.
Abdul-Ghani saatini dalam pelarian, kata pernyataan itu.
Polisi mengatakan telah berhasil mengidentifikasi anggota kelompok itu dan menangkap delapan di antaranya.
Mereka yang berhasil ditangkap mengaku melancarkan dua serangan di mana seorang polisi tertuka dan sebuah bus umum dibakar.
Polisi juga mengaku telah menyita sebuah senapan mesin, amunisi, serta pakaian hitam-hitam yang menjadi seragam kelompok itu.
Kelompok diketahui kemunculannya dari sebuah rekaman video yang beredar di media sosial. Mereka nampak mengacungkan simbol Rabaa, simbol yang dipakai para pendukung Al-Ikhwan dan pro-Mursy, sambil mengusung senjata api laras panjang. [Baca berita sebelumnya: Mesir Selidiki Video Kelompok Bersenjata Pengusung Simbol Rabaa]
Video itu dirilis pada 14 Agustus kemarin, menjelang peringatan satu tahun pembubaran kamp demonstran Al-Ikhwan dan pro-Mursy di Kairo 18 Agustus 2013 oleh aparat keamanan, yang menimbulkan kerusuhan sehingga banyak orang tewas dan terluka.
Dalam video itu, kelompok bersenjata itu mengaku tidak ada hubungannya dengan Al-Ikhwan.*