Hidayatullah.com–Seorang pria yang diperkirakan terinfeksi virus Ebola di Liberia sebelum pergi ke Amerika Serikat dikabarkan telah dipindahkan ke unit isolasi di sebuah rumah sakit di Texas.
Pasien itu tiba di Amerika tanpa menunjukkan gejala Ebola, tetapi kemudian dia jatuh sakit.
Dia merupakan orang pertama yang terdiagnosa mengidap Ebola di dalam wilayah Amerika.
Menyusul kasus tersebut Direktur Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Dr Thomas Frieden mengeluarkan pernyataan guna menenangkan mayarakat Amerika. Dia meyakinkan masyarakat bahwa kalau pun dalam beberapa pekan ke depan ada individu atau keluarga yang tertular penyakit itu, maka Amerika akan dapat menghentikan penyakit tersebut.
Menurut data organisasi kesehatan dunia WHO lebih dari 3.000 hingga kini sudah meninggal karena virus Ebola, kebanyakan di Liberia, tulis Euronews (1/10/2014).
WHO mengatakan vaksin yang potensial untuk melawan virus Ebola kemungkinan sudah siap dalam jumlah terbatas pada Januari 2015.
Sebelumnya seorang perawat dan dokter Kent Brantly yang bekerja untuk misionaris Kristen di Liberia yang tertular virus Ebola, berhasil diselamatkan dan pulih kembali setelah dievakuasi pulang dan dirawat di Amerika Serikat.*