Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pasukan Keamanan Kurangi Patroli, Komunitas Yahudi Belgia Ketakutan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Mei 2020 14:37 2:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Mei 2020 14:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Komunitas Yahudi di kota Antwerp, salah satu kawasan di Belgia yang berisiko tinggi terorisme, memperingatkan agar pemerintah tidak mengurangi patroli dan meminta agar petugas di jalan dipersenjatai.

“Patroli bersenjata tidak dapat mencegah serangan teroris,” kata Hans Knoop, jubir FJO (Forum of Jewish Organisations), “tetapi itu semacam penangkis. Apabila teroris mengetahui di sana tidak ada lagi patroli, mereka memiliki keleluasaan untuk melakukan apa yang mereka mau dan begitulah mereka menginterpretasikannya. Menurut saya yang penting adalah efek psikologis.”

Pada Mei 2014, kelompok teroris yang terinspirasi ISIS alias Daesh membunuh empat orang di sebuah museum Yahudi di ibu kota Belgia, Brussels.

Namun, setelah serangan kelompok serupa atas kantor pusat tabloid satir Charlie Hebdo di Paris bulan Januari 2015 dan sebuah serangan teroris yang gagal di Belgia, barulah pasukan keamanan dikerahkan di jalan-jalan.

Ketika ancaman teroris mencapai puncaknya menyusul serangan di Brussels tahun 2016, sebanyak 3.000 tentara bersenjata berjaga-jaga di jalanan. 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sekarang hanya sekitar 200 personel yang tersisa. Patroli keamanan itu selama lima tahun merogoh kocek pemerintah lebih dari 200 juta. 

Kementerian Pertahanan mengusulkan patroli keamanan oleh tentara itu dihapus secara bertahap sampai September dan tentara hanya dikerahkan untuk mengawal situs-situs nuklir.

Pengerahan pasukan itu menimbulkan perpecahan besar di antara politisi dan militer di Belgia.

“Jajaran pimpinan angkatan bersenjata Belgia merasa tidak senang karena menurut mereka itu adalah, terutama sekali bukan tugas mereka, itu adalah tugas kepolisian. Dan kedua, patroli itu menguras tenaga untuk berlatih yang mana mereka dipersiapkan untuk tugas sesungguhnya, karena pada saat yang sama mereka juga harus diturunkan melaksanakan tugas di berbagai tempat,” papar Thomas Renard, seorang pakar terorisme dari Egmont Institute, seperti dikutip Euronews Sabtu (29/5/2020).

Otoritas Belgia mungkin merasa ancaman teroris sudah berkurang banyak sehingga mengakhiri patroli pasukan bersenjata.

Namun, organisasi-organisasi yang bekerja di kawasan Yahudi di Antwerp mengatakan mereka akan tetap waspada terhadap serangan teroris.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AntwerpBelgiatentaraterorisyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya London Beri Peluang Warga Hong Kong Menjadi WN Inggris
Tulisan selanjutnya UII Protes Tudingan Makar Terhadap Diskusi “Pemecatan Presiden” di UGM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?