Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sekolah Tasmania Didesak Ajarkan Siswa Kemampuan Melindungi Diri dari Pelecehan Seksual

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 November 2014 13:46 1:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 November 2014 13:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pakar perlindungan anak mendesak agar pendidikan anti-kekerasan diberikan di sekolah-sekolah di Tasmania.

Pakar menginginkan strategi anti pelecehan seksual bagi anak-anak diajarkan di sekolah-sekolah di Tasmania.

Pelatih Anti kekerasan pada anak, Holly Ann Martin mengatakan satu dari 3 perempuan dan 1 dari 4 laki-laki mengalami pelecehan seksual ketika berusia 18 tahun. Untuk mengantisipasi hal ini Martin, pendiri lembaga nirlaba Safe 4 Kids, mengatakan mengajarkan anak-anak kemampuan melindungi diri sendiri di sekolah harus menjadi prioritas.

“Kemampuan semacam ini perlu diajarkan disekolah, dan juga di pusat perawatan anak, kurangnya pendanaan di Tasmania menyebabkan perlunya desakan keras, mengingat di negara bagian lain sudah ada koordinator yang dibayar,” katanya dikutip ABC.

Program Perilaku Melindungi dari Safe 4 Kids bertujuan untuk memberdayakan anak-anak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Anak-anak kami ajarkan nama-nama anatomi yang benar mengenai bagian tubuh mereka dan tidak boleh ada yang menyentuh bagian pribadi dari tubuhnya.

Dan jika hal itu terjadi, itu bukan salah mereka – itulah pesan penting yang perlu diberikan kepada anak-anak,” katanya.

“Program ini juga mengajarkan orang dewasa untuk paham apa yang harus diucapkan jika anak-anak mengaku telah menjadi korban pelecehan..misalnya dengan mengatakan terima kasih, saya percaya pada kami dan ini bukan kesalahan kamu,” katanya.

“Anak-anak mungkin hanya akan bilang saya tidak mau pergi ke rumah paman, dan orang tua bisa mengatakan ‘Ayo Cepat masuk ke mobil kita sudah terlambat’. Padahal mungkin saja anak berusaha untuk membuat pengakuan namun mereka sungkan,nah kita memberikan mereka keterampilan untuk mengungkapkan ceritanya.”

Desak dukungan pendanaan dari pemerintah

Petalynne Hay salah seorang relawan dari sekretaris Safe 4 Kids mengaku pendanaan dari pemerintah akan memberikan perubahan besar bagi pelatihan yang bisa diberikan oleh lembaganya.

“Kami mengajarkan anak-anak bahasa yang memungkinkan mereka bisa meminta bantuan, dikenali ketika mereka merasa tidak aman dan harapannya bisa mencegah mereka mengalami kekerasan di tingkat awal,” katanya.

“Sayangnya kami harus menghentikan kegiatan itu untuk sementara waktu karena tidak ada lagi bantuan dana dari pemerintah untuk mendukung program tersebut,” katanya.

Hay mengatakan seringkali sekolah meminta bantuan mereka ketika kekerasan sudah berlangsung.

Menteri Layanan Kemanusiaan, Jacqui Petrusma mengatakan saat ini pemerintah tengah membangun strategi untuk anak bayi dan balita yang rentan, serta menghadirkan proses independen untuk mengevaluasi kematian anak dan kecelakaan serius.

Sementara mengenai isu pendanaan bagi program perlindungan, Petrusma mengatakan pemerintah berkomitmen untuk melindungi anak rentan dan remaja.

“Pemerintahan liberal telah melakukan investasi yang signifikan dalam mendidik anak-anak kita mengenai keselamatan pribadi melalui komitmen senilai $800,000 untuk Yayasan Bravehearts foundation selama 4 tahun mendatang,” katanya.

Program Perilaku Melindungi Diri merupakan satu dari banyak opsi yang bisa diakses oleh sekolah untuk memastikan angka kekerasan terhadap anak-anak di Tasmania bisa diminimalisir.

“Kunci utamanya adalah masyarakat bekerja bersama-sama dengan keluarga untuk mengurangi resiko kekerasan dan mempromosikan hubungan tanpa kekerasan.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakkekerasan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Para Kader Dakwah Lahir dari Proses Dakwah Itu Sendiri
Tulisan selanjutnya Ratusan Massa di Jabar Bubarkan Acara Asyuro Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?