Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Erdogan Mengaku Terisolasi di Kancah Politik Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Februari 2015 14:04 2:04 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Februari 2015 14:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk pertama kalinya mengaku jika dirinya merasa secara politik terisolasi dari dunia dan menurutnya para pemimpin lain “iri” kepadanya karena dirinya bisa bebas menyuarakan pendapatnya.

Berbicara kepada sekelompok jurnalis usai lawatannya ke Amerika Latin, Erdogan mengatakan, menjadi orang yang “bicara blak-blakan” ketika mendiskusikan isu-isu regional menjadikan dirinya sebagai target kritik, lansir Al-Arabiya dari laporan kantor berita Cihan Senin (16/2/2015).

Namun, kata Erdogan, hal itu tidak menjadi masalah selama rakyat Turki memberikan dukungannya.

“Saya tidak peduli jika sendirian di mata dunia. Yang penting adalah bagaimana rakyat memandang saya. Kita melihat [bagaimana orang melihat Erdogan] selama pemilu presiden, yaitu bahwa rakyat berada di sisi saya,” kata Erdogan, seraya menambahkan perasaan terisolasi itu tidak ada, terlebih jika rakyat di negara lain [yang turut mendukungnya] ikut dihitung.

“Mungkin isolasi itu ada di tingkat para pemimpin, namun hal itu tidak lebih dari sekedar rasa iri,” kata Erdogan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Presiden Turki itu memberikan hubungannya dengan Presiden AS Barack Obama sebagai contoh dari isolasi politik yang dimaksudnya. Dia mengenang bagaimana hubungannya Obama “begitu baik pada awalnya” tetapi kemudian berubah.

“Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Obama ketika dia pertama kali berkuasa. Kami bahkan dijamu di Gedung Putih sebagai keluarga. Kami menggelar pertemuan empat mata. Setelah semua pembicaraan itu, kami melihat hal-hal mulai berkembang ke arah yang berbeda, yang mana hal itu tidak dapat saya pahami,” kata Erdogan.

Baru-baru ini Erdogan secara terbuka mengkritik Obama yang tidak bersuara menanggapi penembakan 3 mahasiswa Muslim di North Carolina pekan lalu.

Ketika ditanya apakah pernyataannya terhadap Obama terlalu keras, Erdogan menjawab, “Saya tidak tahu apakah kamu menganggap pernyataan saya keras atau lunak. Tetapi hal semacam itu tidak dapat diterima. Kami tidak akan tinggal diam jika insiden semacam itu terjadi di negara kami. Hal ini menjadi syarat bagi keitraan strategis.”

Erdogan juga tidak jarang mengkritik pelengseran Muhammad Mursy dari kursi presiden sebagai kudeta oleh Al-Sisi.

“Jika Anda bicara terus terang tentang isu-isu ini Anda akan ditinggal sendirian, tetapi tidak di mata rakyat,” ujaranya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Murabbi Umat Yang Sederhana Itu Kini Telah Tiada
Tulisan selanjutnya Penculikan Anak Albino Terjadi Lagi di Tanzania

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?