Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB: Perang Menjerumuskan 80% Rakyat Suriah dalam Kemiskinan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Maret 2015 15:15 3:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Maret 2015 15:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perang di Suriah telah menjerumuskan 80 persen rakyatnya ke dalam kemiskinan, mengurangi harapan hidup 20 tahun dan menimbulkan kerugian ekonomi diperkirakan lebih dari $20 milyar sejak konflik bersenjata dimulai tahun 2011, kata sebuah laporan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa dilansir Associated Press.

Syrian Center for Policy Research dalam laporannya menggambarkan malapetaka dari keruntuhan dan kehancuran sistematis dasar perekonomian Suriah. Dalam laporan yang dirilis hari Rabu (11/3/2015) itu dikatakan kekayaan negara, infrastruktur dan kebanyakan angkatan kerja Suriah telah ”lenyap”.

Hampir tiga juta rakyat Suriah kehilangan pekerjaannya selama konflik berlangsung. Itu artinya lebih dari 12 juta orang kehilangan sumber utama penghasilan untuk menghidupinya. Pengangguran melonjak dari 14,9 persen pada 2011 menjadi 57,7 persen di akhir tahun 2014.

Sebagian besar masyarakat kehilangan kesempatan untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan, sehingga 4 dari 5 orang Suriah saat ini hidup dalam kemiskinan, kata laporan itu.

Suriah telah menjadi negara dengan rakyat terdiri dari orang-orang miskin, tulis laporan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Suriah sekarang menjadi negara dengan jumlah rakyat yang berstatus sebagai pengungsi terbesar kedua di dunia, setelah Palestina. Sebanyak 3,33 juta orang Suriah mengungsi ke luar negeri, 1,55 juta rakyat Suriah pindah ke luar negeri untuk mencari pekerjaan dan penghidupan yang lebih aman di negara lain. Sementara 6,8 juta rakyat Suriah masih bertahan di dalam negaranya, namun meninggalkan rumah-rumah mereka mengungsi ke tempat lain demi menyelamatkan diri.

Laporan yang didukung oleh UN Develompment Program (UNDP) dan lembaga PBB untuk urusan pengunsi Palestina itu mengatakan, perekonomian negara Suriah terus memburuk, di mana total GDP yang hilang diperkirakan $119,7 milyar.

Seiring dengan terus berlangsungnya pertempuran, jumlah kematian akibat konflik mencapai 210.000. Selain itu, 840.000 orang mengalami luka-luka. Itu berarti 6 persen dari populasi Suriah terbunuh atau terluka selama konflik.

Bencana lain yang tidak langsung tampak nyata adalah turunnya harapan hidup rakyat Suriah, dari 75,9 tahun pada 2010 menjadi hanya 55,7 tahun di akhir 2014.

Sektor pendidikan di negara Suriah menuju kehancuran, sebab 50,8 persen anak-anak usia sekolah tidak lagi pergi bersekolah selama tahun 2014-2015 dan hampir separuh dari mereka sudah tidak mengikuti pelajaran selama 3 tahun.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dugaan Bahan Berbahaya di Dunkin Donuts, Halal Watch Akan Hadap LPPOM MUI
Tulisan selanjutnya Hubungan Menegang, Saudi Tarik Dubesnya dari Swedia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?