Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika Dinilai Menipu Dunia Soal Tewasnya Usamah bin Ladin

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Mei 2015 08:21 8:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Mei 2015 08:19
Bagikan
Seymour Hersh: Amerika Menipu dunia soal Usamah Bin Ladin
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang wartawan AS pemenang hadiah Pulitzer, Seymour Hersh, membuat tudingan menghebohkan terkait operasi militer AS yang menewaskan pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Ladin.

Dalam sebuah pernyataan terbaru Hersh mengatakan Amerika Serikat (AS) menipu dunia soal kematian Bin Ladin sehingga pemerintahan Presiden Barack Obama bisa mengklaim kemenangan perang melawan Al-Qaidah. Hersh menuding, Pemerintah AS sebenarnya sudah mengetahui posisi Bin Ladin, yang diyakini sebagai dalang selangan 11 September di New York, di kota Abottabad, Pakistan.

Tudingan itu dilontarkan Seymour Hersh yang juga dikenal jurnalis investigasi ini bukan sekadar sensasi, laporan investigasi soal kebohongannya ini juga dimuat dalam The London Review Books.

Menurut Hersh, Bin Ladin selama bertahun-tahun tinggal di sebuah rumah besar yang berlokasi tak jauh dari sebuah akademi militer Pakistan. Abottabad memang dikenal sebagai kota militer Pakistan.

Dinas Intelijen AS (CIA) mengetahui posisi Bin Ladin setelah seorang pejabat tinggi intelijen Pakistan memberikan informasi itu kepada CIA dengan harapan mendapatkan hadiah uang sebesar 25 juta dollar AS.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berdasarkan investigasinya, Hersh menyebut pemerintahan Obama sudah melakukan negosiasi dengan Pemerintah Pakistan dan dinas intelijen negeri itu, ISI, sebelum menyerbu kediaman Bin Ladin di Abottabad.

Namun, pemerintahan Obama menyatakan operasi penyerbuan ke Abottabad itu adalah sebuah operasi infiltrasi rahasia.

Dengan mengutip seorang sumber anonim, Hersh mengatakan, ISI mematikan aliran listrik ke kediaman Bin Ladin sebelum pasukan elite Navy SEAL menyerbu rumah itu demi mencegah intervensi militer Pakistan.

Menurut sejumlah laporan yang dikutip Hersh, tak ada baku tembak dalam penggerebekan itu dan satu-satunya peluru yang dilepaskan adalah yang memutus nyawa Usamah bin Ladin.

Presiden Obama menyembunyikan kebenaran di balik operasi ini menjelang pemilihan demi meningkatkan popularitas pemerintahannya. Demikian klaim Hersh.

Menurut Hersh, jasad Bin Ladin juga tak dimakamkam di laut seperti yang selama ini diklaim Pemerintah AS. Jasad Bin Ladin, klaim Hersh, sebenarnya dimakamkan Pemerintah AS di wilayah Afganistan.

Hersh menambahkan, saat berpidato memberikan kabar kematian Bin Ladin kepada rakyat Amerika, sebenarnya pidato Obama itu disusun secara terburu-buru.

“Rangkaian pernyataan yang tak akurat ini kemudian menciptakan kekacauan pada pekan-pekan selanjutnya,” kata Hersh dalam artikelnya.

“(Tentara Pakistan) diperintahkan untuk meninggalkan kawasan di dekat kediaman Bin Ladin begitu mendengar suara helikopter AS mendekat,” kata Hersh.

“Kota itu dalam keadaan gelap. Listrik dipadamkan atas perintah ISI, beberapa jam sebelum penggerebekan terjadi,” ujar Hersh.

“Faktanya, telah terdapat kesepakatan antara Pemerintah Pakistan dan tak ada pembicaraan soal hal-hal yang harus diungkap jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” lanjut Hersh.

Pencitraan Obama

Selain kebohongan dalam proses penggerebekan yang menewaskan Bin Ladin itu, sumber Hersh juga meragukan klaim Pemerintah AS yang menyebut telah menemukan dokumen-dokumen penting di kediaman Bin Ladin.

“Gedung Putih harus memberi kesan bahwa Bin Ladin masih penting dalam hal operasi. Jika tidak, mengapa harus membunuhnya?” ujar sumber itu.

“Sebuah cerita palsu dibuat bahwa terdapat jaringan kurir yang datang dan pergi membawa perintah dalam USB. Semua hanya untuk memberi citra bahwa Bin Ladin masih penting,” tambah sumber tersebut.

“Pasukan SEAL seharusnya menyadari adanya skema besar politik ini. Bin Ladin sangat bernilai bagi para politisi. Dia menjadi semacam aset pekerjaan,” kata sang sumber.

Serangkaian kebohongan, kesalahan pernyataan, dan pengkhianatan yang sengaja diciptakan ini, menurut sang sumber, memicu reaksi balasan yang tak terelakkan.

“Kerja sama dengan Pakistan mengalami kemunduran hingga empat tahun sebab negeri itu membutuhkan waktu untuk kembali memercayai AS, khususnya dalam hubungan militer untuk melawan terorisme, sementara terorisme terus tumbuh di seluruh dunia,” ujar sang sumber.

“Mereka (Pakistan) merasa Obama telah berkhianat. Pakistan kini kembali bekerja sama dengan AS karena munculnya ancaman ISIS,” lanjut sumber itu.

Seorang konsultan operasi komando khusus yang juga dikutip Hersh mengatakan, pembunuhan Bin Ladin merupakan sebuah teater politik yang dirancang agar prestasi pemerintahan Obama di bidang militer terlihat cemerlang. Sejauh ini, Gedung Putih belum menanggapi tudingan Hersh lewat artikelnya tersebut.

Namun Gedung Putih menepis laporan Seymour Hersh ini.

“Terlalu banyak banyak fakta tidak akurat dan pernyataan tidak berdasar dalam laporan tersebut,” ujar juru bicara Gedung Putih, Ned Price dikutip CNN.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ObamaPakistanwartawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Survei Membuktikan 90 Persen Perawat Turki Terbelit Hutang
Tulisan selanjutnya Kaum Ibu yang Intelek adalah Kebutuhan Umat yang Sangat Urgen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?