Hidayatullah.com—Wilayah Kerajaan Arab Saudi mengalami kondisi udara panas yang ekstrim, lapor Arab News Rabu (29/7/2015).
Menurut Kantor Meteorologi dan Lingkungan, Provinsi Tengah, Makkah, Madinah dan Jedah mengalami cuaca yang sangat panas dengan hembusan udara di permukaan dan debu atau pasir yang beterbangan.
Di sejumlah kota bahkan tingkat visibilitasnya sangat rendah.
Di Qassim, Christopher M. Agustin yang bekerja sebagai ketua tim quality control di sebuah perusahaan farmasi berkata, “Selasa merupakan salah satu hari terpanas yang pernah saya alami selama bekerja di kerajaan ini. Bahkan di waktu malam, temperatur berkisar antara 35 dan 38 derajat Celcius.”
Di ibukota Riyadh, penduduk juga merasa kepanasan.
Cesar A.Mabala seorang brand manager di sebuah butik berkata, “Cuacanya sangat panas. Panasnya seperti sengatan serangga yang mengantup saya, sehingga saya harus bergegas ketika melakukan inspeksi dari satu cabang ke cabang lain.”
Warga Jaddah juga mengeluhkan udara panas yang mencapai 43 derajat Celcius.
Hussein Nasrallah seorang konsultan media di sebuah perusahaan PR berkata, “Cuacanya benar-benar sangat panas. Saya berharap akan berkurang, terutama di malam hari agar saya bisa mengajak anak-anak pergi ke taman.”
Di Madinah, Muhammad Al-Hardi seorang akuntan berkata, “Panasnya sungguh sangat keterlaluan. Anak-anak ingin waktu malam segera tiba supaya mereka bisa pergi ke taman dekat rumah dan bermain.”
Di Makkah rata-rata suhu udaranya mencapai 41 derajat Celcius dan diperkirakan semakin panas mejadi 43 derajat di siang hari dan berkurang menjadi 38 derajat di malam hari.
Wilayah selatan dan barat Arab Saudi sebagian berawan, sementara di bagian timur potensial berawan.
Petir diperkirakan akan terjadi di daerah dataran tinggi antara Madinah dan Tabuk, serta bagian selatan dari Provinsi Timur dan Riyadh.*