Hidayatullah.com–Jenazah bocah Suriah, Alan Kurdi dan keluarganya yang meninggal dunia akibat kapal yang ditumpanginya tenggelam di pantai Turki telah dimakamkan di Kobane, Suriah.
Abdullah Kurdi, ayah Alan, ikut terlibat langsung dalam proses pemakaman dua anak dan istrinya di wilayah kota Kobane, Suriah
“Saya tidak lagi mempunyai masa depan. Masa depan saya telah sirna,” ujar Abdullah Kurdi dengan agak terisak dalam sambutan singkatnya dikutip BBC.
Para pejabat Turki mengatakan, konvoi kendaraan yang membawa jenazah Alan Kurdi dan keluarganya menyeberang ke Kota Kobane, Suriah, di dekat perbatasan Turki.
Setelah insiden kematian Alan beredar luas, polisi Turki menahan empat tersangka penyelundup manusia yang diduga menyelundupkan keluarga Kurdi dan puluhan orang lainnya.
Keempat tersangka merupakan warga negara Suriah, berusia antara 30 sampai 41 tahun, menurut kantor berita Turki, Dogan.
Ribuan orang pengungsi dan pendatang dari Timur Tengah dan Afrika tewas pada tahun ini setelah berusaha mencapai benua Eropa melalui laut.
Perhatian Dunia
Alan Kurdi, yang berusia tiga tahun, kakaknya Ghalib (berusia lima tahun) serta ibunya Rehan meninggal dunia saat kapal yang ditumpangi para migran asal Suriah tenggelam di dekat Pulau Kos, Yunani
Mereka ditemukan di tepi pantai Bodrum, Turki, pada 2 September 2015.
Foto jasad Alan Kurdi, dalam kondisi meninggal dan tergeletak di pinggir pantai, menjadi perhatian dunia. [Baca: Kisah Abdullah Kurdi Asal Suriah yang Putranya Ditemukan di Pantai Turki]
Tak lama, foto Alan menjadi trending topic di seluruh dunia dan memicu kemarahan masyarakat internasional yang mendesak Uni Eropa melakoni tindakan darurat untuk menampung para migran.

Menurut petugas penjaga pantai Turki, sekelompok migran meninggalkan Turki melalui Semenanjung Bodrum menuju Pulau Kos di Yunani pada Rabu dini hari (02/09), namun dua perahu yang mereka tumpangi karam tidak lama kemudian.
Dua belas jenazah, termasuk lima anak-anak, ditemukan oleh aparat keamanan Turki.
Kemarahan itu kemudian menjelma menjadi semacam desakan agar Uni Eropa melakukan tindakan darurat untuk menampung para migran.*