Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rumah Sakitnya Dibom Pasukan Amerika-NATO, Dokter Tanpa Batas Tinggalkan Kunduz

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2015 05:05 5:05 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Oktober 2015 23:15
Bagikan
Rumah sakit MSF di Kunduz yang mengalami rusak parah akibat serangan udara pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat.
Bagikan

Hidayatullah.com—Organisasi relawan Medecins Sans Frontiers (Dokter Tanpa Batas) mengatakan stafnya telah meninggalkan rumah sakitnya yang terletak di kota Kunduz, Afghanistan, setelah tempat itu dibom dalam serangan udara yang dilakukan oleh pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat.

Sedikitnya 22 orang, termasuk staf MSF, tewas dalam serangan itu, lapor BBC Ahad (4/10/2015).

MSF mengatakan sejumlah tenaga medis juga merawat orang-orang yang terluka di klinik-klinik lain di Kunduz.

MSF mengatakan sebagian besar stafnya ditarik keluar kota tersebut.

“Rumah sakit MSF sudah tidak berfungsi lagi. Semua pasien kritis telah dipindahkan ke fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya dan tidak ada staf MSF yang bekerja di rumah sakit kami,” kata seorang wanita jurubicara MSF kepada AFP.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pada tahap ini saya tidak dapat mengkonfirmasi apakah trauma centre milik kami di Kunduz akan dibuka kembali, atau tidak,” imbuh wanita tersebut.

MSF mengatakan rumah sakit itu merupakan penyelamat bagi kehidupan ribuan warga di Kunduz dan wilayah utara Afghanistan.

Dua belas anggota MSF dan 10 pasien tewas ketika rumah sakit itu dihantam bom, ketika pasukan Afghanistan yang dibantu pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat bertempur berusaha merebut kembali Kunduz dari Taliban.

Puluhan lainnya terluka dan rumah sakit mengalami kerusakan parah akibat serangkaian serangan udara yang berlangsung lebih dari satu jam dimulai Sabtu (3/10/2015) pukul 02:00 pagi waktu setempat.

Lewat Twitter MSF berkata, “Rumah sakit itu berulang kali dan secara tepat dihantam setiap kali serangan udara dilakukan, sementara bagian lain dari tempat itu kebanyakan tidak tersentuh.”

“Tidak seorang pun staf kami melaporkan tentang adanya pertempuran di dalam lingkungan rumah sakit sebelum serangan udara AS dilakukan pada Sabtu pagi,” kata MSF.

Pasukan Afghanistan dikabarkan sekarang telah berhasil merebut kembali Kunduz dari Taliban.

MSF menuntut agar dilakukan penyelidikan atas serangan udara pasukan AS dan sekutunya yang menarget rumah sakit yang dikelolanya itu.

Militer Amerika Serikat mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas insiden tersebut, lapor BBC.

Amerika Serikat dan sekutunya tidak jarang melancarkan serangan atas fasilitas non-militer dengan alasan di tempat tersebut bercokol anggota kelompok bersenjata yang menjadi targetnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mesir Larang Iklan Etisalat karena Ada Adegan KDRT
Tulisan selanjutnya Pantai Timur Amerika Serikat Dihantam Badai, Presiden Obama Nyatakan Keadaan Darurat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?